INFO
  •  Tambahan batas waktu sanggah untuk pelamar PPPK sampai 22 Oktober 2023 jam 23.59 

SOSIALISASI PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN/ FOOD SECURITY AND VULNERABILITY ATLAS (FSVA) KABUPATEN SABU RAIJUA TAHUN 2022

Jumat, 7 Juli 2023

PROKOPIM., Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua mewakili Bupati Sabu Raijua membuka Kegiatan Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/ Food Security And Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2022 di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan hari Kamis 07 Juli 2023. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Para Pimpinan OPD/yang mewakili dan Para Penyuluh Kabupaten Sabu Raijua.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sabu Raijua membaca Sambutan/Arahan Bupati Sabu Raijua yaitu Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan merupakan salah satu instrument yang secara nasional dipakai untuk mengukur keberhasilan Pembangunan Pangan. Karena itu setiap tahun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan disusun baik pada level kabupaten, provinsi dan nasional.Bahwa penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan merupakan implementasi dari UU 18 Tahun 2012 tentang Pangan khusus Pasal 114 dan PP 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi Pasal 75 yang mewajibkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk MEMBANGUN, MENYUSUN dan MENGEMBANGKAN Sistem Informasi Pangan dan Gizi yang terintegrasi, yang dapat dimanfaatkan untuk perencanaan, pemantauan dan evaluasi Pembangunan Pangan.Bahwa penilaian Pembangunan Pangan dengan instrument Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan menggunakan 6 (enam) Indikator yaitu:

a. Rasio luas baku lahan pertanian terhadap jumlah penduduk desa

b. Rasio jumlah sarana dan prasarana penyedia pangan terhadap jumlah rumah tangga

c. Rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk desa

d. Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai melalui darat atau air atau udara

e. Rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga desa f. Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk desa Dengan demikian pembangunan pangan bersifat multidimensi sehingga terkait dengan pembangunan berbagai sektor. Dengan demikian saya berharap semua stakholder terkait dari berbagai sektor dapat mengikuti sosialisasi dengan baik sehingga ke depan dapat meningkatkan perannya dalam Pembangunan Pangan. Bahwa secara garis besar, kondisi Ketahanan Pangan Sabu Raijua sesuai ekspos Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 3 tahun terakhir dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Pada tahun 2020, terdapat 1 desa/kelurahan dengan status sangat retan rawan pangan, 2 desa/kelurahan dengan status rawan pangan dan 4 desa agak rentan rawan pangan, maka pada tahun 2022 tidak ada desa/kelurahan yang rentan rawan pangan baik pada level sangat rentan, rentan maupun agak rentan rawan pangan.

b. Tingkst ketahanan pangan maasyarakat semakin baik, yaitu: - Pada Tahun 2020 terdapat 36 desa/kelurahan dengan status ketahanan pangan rendah; maka pada Tahun 2022 berkurang menjadi 12 desa/kelurahan. - Pada Tahun 2020 terdapat 15 desa/kelurahan dengan status tingkat ketahanan pangan sedang; maka pada tahun 2022 meningkat menjadi 40 desa/kelurahan. - Demikian juga untuk desa/kelurahan dengan status ketahan pangan tinggi mengalami peningkatan dari 5 desa/kelurahan Tahun 2020 menjadi 11 desa/kelurahan tahun 2022. 

Saya menyampaikan terima kasih kepada semua kita yang telah terlibat dalam mendorong perbaikan kualitas Pembangunan Pangan dari waktu ke waktu, serta akhirnya saya berharap Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan ini dapat menjadi bahan rujukan untuk menyusun strategi program dan kegiatan penanganan permasalahan pangan dan gizi seperti rawan pangan, stunting, gizi buruk dan perbaikan infrastruktur pendukungnya secara lebih meluas dan berkesinambungan di Sabu Raijua.


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

Februari 2024

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29