INFO
  •  Tambahan batas waktu sanggah untuk pelamar PPPK sampai 22 Oktober 2023 jam 23.59 

Bupati Sabu Raijua Sambut Gembira Pembangunan Ruas Jalan Kelabba Madja – Dainao Senilai Rp 44 Miliar

Senin, 28 Agustus 2023

Perjuangan Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M. Si di pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur jalan kini membuahkan hasil. Pemerintah pusat mengalokasikan dana sekitar Rp44 miliar melalui Balai Jalan Nusa Tenggara Timur untuk membangun ruas jalan yang menghubungkan Mesara Kelabba Madja - Dainao dengan nilai kontrak Rp44.093.608.000.

Penandatanganan kontrak Paket Inpres jalan daerah tahap 1B untuk Kabupaten Sabu Raijua  berlangsung di Hotel La Prima-Labuan Bajo, Senin (28/8) malam. Penandatanganan kontrak dilakukan antara Pejabat pembuat Komitmen (PPK) dengan pihak penyedia dari CV. Lingkar Persada dan disaksikan langsung oleh Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M. Si.

Sebelumnya, pada awal Tahun 2023 lalu, ketika Bupati Sabu Raijua melakukan audience dengan Kementrian PUPR di Jakarta, Bupati Sabu Raijua mengusulkan pembangunan ruas jalan di daerah wisata. Hal itu dimaksudkan agar menunjang perekonomian masyarakat di Kawasan wisata Kelabba Madja.

Berkat kerja keras dengan terus melakukan komunikasi yang intens dengan Balai Jalan NTT, akhirnya Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ruas jalan dimaksud.

“Kita menyambut gembira dan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian PUPR dan lebih khusus untuk Balai Jalan NTT yang berjuanga keras sehingga permintaan kita dikabulkan, walaupun kita baru usulkan di awal tahun 2023 dan langsung direalisasikan,” demikian ucap syukur Bupati Sabu Raijua ketika dihubungi dari Kupang.

“Pada prinsipnya pemerintah dan masyarakat Sabu Raijua berterimakasih kepada Balai Jalan NTT karena melalui merekalah beberapa kegiatan dan salah satunya jalan sudah realisasi dan sudah tanggapi positif,” tambah orang nomor satu di Sabu Raijua ini.

Menurutnya, terkabulnya pembangunan ruas jalan yang menunjang Kawasan Kelabba Madja itu karena perjuangan Balan Jalan NTT karena Balai Jalan NTT sangat memahami kebutuhan Sabu Raijua yang merupakan salah satu daerah terluar di Indonesia. “Sehingga saya sebagai pemerintah tidak salah kalau memberi apresiasi kepada Kepala Balai Jalan NTT dan teman-teman di sana,” tambahnya.

Ke depan, ujar mantan Wakil Bupati Sabu Raijua ini, Pemerintah Daerah tetap mengharapkan perhatian dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian PUPR melalu Balai Jalan NTT karena Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten yang berada di daerah perbatasan dengan negara lain, yakni Australia. “Sebagai daerah perbatasan, kita memang sangat membutuhkan jangkauan pelayanan dari pemerintah pusat,” katanya.  Anggaran yang kita dapatkan ini cukup besar, dan lebih besar dari kabupaten lainnya,” ucapnya.

Kepada penyedia jasa, dalam hal ini CV. Lingkar Persada sebagai kontraktor pelaksana, bupati mengharapkan agar dapat bekerja dengan baik sehingga apa yang dikerjakannya tidak hanya sekedar bekerja tapi juga memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua.

“Tentu kualitas itu yang kita harapkan dan dinikmati oleh seluruh masyarakata Sabu Raijua dan juga bagi siapa saja yang menikmati jalan dan hasil pembangunan tersebut,” harapnya.

Hal itu sangat penting, karena ke depannya masih aka nada lagi pekerjaan lain sehingga dengan melihat kualitas pekerjaan yang dilakukan saat ini, bisa berlanjut ke pekerjaan ruas jalan lainnya karena ini akan terus berkelanjutan.

Dan kepada masyarakat Sabu Raijia, Bupati Sabu Raijua mengatakan bahwa dalam membangun sebuah inftastruktur jalan tentunya membutuhkan partisipasi masyarakat. Partisipasi pertama adalah bahwa jalan yang mau dibangun tesebut tentunya akan bersinggungan dengan hak-hak masyarakat sehingga, dirinya mengharapkan adanya berpastrtipasi masyarakat untuk berkontribusi dalam membangun.

“Seperti jika ada tanah sepotong yang terkena pelebaran jalan, saya harapkan partisipasinya sebagai bentuk kontribusi dalam membangun Kabupaten Sabu Raijua,” pintanya.

Selanjutnya, bupati juga meminta masyarakat untuk hasil pembangunan yang telah dibangun, sehingga jangan sampai apa yang sudah dibangun, dengan mudahnya dirusak dan itu sangat merugikan masyarakat Sabu Raijua itu sendiri.

“Itu tentu menajdi perhatian kita semua bahwa hasil yang baik, kalau kita sama-sama bekerja dan sama-sama menjaga pula,” katanya.

Dalam acara penandatanganan kontrak tersebut,  Kepala Balai Jalan dan Jembatan Wilayah XIII Propinsi NTT meminta kepada para penyedia pekerjaan agar setelah dilakukan penandatanganan kontrak, langsung melaksanakan pekerjaan awal di lokasi masing-masing kabupaten, dengan harapan agar proses pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan pemanfaatannya dapat dinikmati oleh masyarakat yang ada di NTT khususnya di masing-masing wilayah kerja.

“Selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan semua pihak, baik Satker, PPK dan pemerintah daerah agar mendukung pelaksanaan pekerjaan di masing-masing wilayah kerja,” pintanya.

Kepala balai juga menegaskan agar para penyedia harus bertanggungjawab menyelesaikan pekerjaan yang sudah ditandatangani. Pekerjaan yang dijalankan tersebut merupakan usulan pemerintah daerah dalam hal ini bupati sebagai kepala daerah yang harus diperhatikan oleh pemerintah pusat. “Sehingga tahun ini Pemerintah Pusat dengan ketersediaan anggaran yang ada langsung menjawab usulan dari masing masing kabupaten/kota,” katanya.

Kepala Balai juga  mengharapkan kerja sama dan perhatian para bupati di semua wilayah yang memiliki kewenangan dan peranan penting untuk sama-sama mengawasi dan mensukseskan program jalan Inpres tersebut untuk kepentingan masyarakat yang ada di wilayah kerja  masing-masing.

Ucapan terimakasih kepada pemerintah pusat disampaikan oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, SE, mewakili semua kepala daerah yang saat itu menerima paket jalan Inpres. Bupati Manggarai Barat mengatakan, realisasi proyek inpres di bidang infrastruktur jalan tersebut karena kerja sama dan hubungan baik antara pemerintah daerah, pemerintah propinsi dan pemerintah pusat sehingga pemerintah pusat mau memperhatikan daerah dengan anggaran yang cukup untuk membangun infrastruktur yang memadai di daerah kabupaten maupun kota.

“Sudah selayaknya kita berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah memperhatikan dan memberikan perhatian khusus bagi daerah kita masing-masing sehingga adanya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NKRI,” katanya.(*/yl)


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

Februari 2024

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29