INFO
  •  Ingat selalu pesan ibu !!! Pakai masker, mencuci tangan pakai sabun & jaga jarak  

Penjabat Bupati Lakukan Peninjauan Pabrik AMDK Dan Rumput Laut

Kamis, 1 April 2021

Rihi : "Garam prospek yang bagus, dan ASN merubah budaya".
Menia, Kamis, 1 April 2021
Setelah berada di lokasi pabrik Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) yang dibangun pada masa kepemimpinan bupati Marthen Luther Dira Tome, dan diresmikan oleh mantan bupati kupang Iban Medah, pada bulan Agustus 2016, penjabat bupati sabu raijua, Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si, memasuki dan mengamati langsung ruang demi ruang untuk melihat dari dekat kondisi mesin-mesin yang ada dalam pabrik AMDK yang terletak di wilayah Kelurahan Limaggu, Kecamatan Sabu Timur, dimana menurut Plt.Kadis PM PTSP Perindag Lagabus Pian,S.Sos,M.Si, kondisi mesin-mesin tersebut masih dalam keadaan baik.
 
Penjabat Bupati Sabu Raijua Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si bersama Plt. Kepala Dinas PMPTSP dan Camat Sabu Timur meninjau lokasi pabrik rumput laut
Setelah kurang lebih selama 60 menit keberadaan penjabat bupati mengamati kondisi mesin serta kondisi ruangan operasional dan mendengar penjelasan dari tenaga teknis yang menangani mesin-mesin tersebut, menurut beliau, pabrik ini harus diupayakan agar bisa beroperasi secara maksimal sehingga mendatangkan nilai tambah PAD bagi daerah, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dalam wilayah ini. Karena itu, Rihi mintakan agar Perindag hidupkan kembali sistim pengelolaan manajemen pabrik secara baik dan benar, agar masyarakat sabu raijua tidak lagi mengkonsumsi AMDK produk dari luar daerah.
Lebih lanjut mintanya, pembiayaan untuk pembenahan manajemen supaya pabrik ini bisa berjalan, jika hanya membutuhkan anggaran 3 sampai 5 Miliar saja, maka pemda bisa menyanggupinya. Dan kepada Pian, penjabat mintakan agar segera menghitung berapa biaya produksinya, berapa keuntungan yang akan diperolehnya nanti, berapa besar sumbangannya terhadap PAD, dan berapa banyak tenaga kerja yang bisa diserap, serta diperhitungkan juga dari aspek untung ruginya, karena kita juga berorientasi kepada ekonomi dagang. Selain beberapa hal yang disebutkan tadi, dia, juga mintakan selain pembenahan dilakukan terhadap sistim pengelolaanya, juga masalah jangkauan dan persaingan pasar serta jangkauan pemasaran produk baik didalam daerah maupun di luar daerah nantinya.
Penjabat Bupati Sabu Raijua Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si bersama Plt. Kepala Dinas PMPTSP dan Camat Sabu Timur meninjau lokasi pabrik rumput laut
 
Selain itu, dalam mengembangkan usaha AMDK kita butuh dukungan semua pihak untuk menghidupkan pabrik ini. Dan untuk membangun dan mengembang kan usaha ini, tentunya kita akan membangun komunikasi dengan pihak ketiga yang memiliki kemampuan modal usaha yang bonavide, karena pabrik ini telah dibangun dengan dana senilai 39 milliar rupiah dengan harapan agar bermanfaat bagi daerah dan masyarakat sabu raijua.
Tambak Garam Produk dan Prospek Yang Baik
"Tambak garam yang sedang berproduksi di kabupaten sabu raijua sekarang ini merupakan aset kita yang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan baik bagi PAD mauoun dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," ujar penjabat bupati.
Lebih jauh jelasnya, bahwa, tidak dipungkiri kondisi pandemi covid-19 ini banyak pihak pembeli urung niatnya untuk datang membeli garam, dan terjadi bukan hanya untuk sabu raijua saja. Menyikapi hal ini, dia juga sudah menyampaikan permasalahan garam ini kepada gubernur, dan bapak gubernur juga akan membantu mencarikan para pembelinya. Seliain itu, dirinyapun telah menghubungi pihak pembeli lainnya untuk menawarkan penjualan garam nataga ini. Dan kita akan mencari pula pihak ketiga yang sungguh-sungguh dan bertanggungjawab untuk mengelola tambak garam di sabu raijua nantinya. Terhadap pihak ketiga tentunya mereka dimintakan untuk bersedia melakukan depositnya kepada pemda, dan pemdapun akan melakukan proteksi terhadap usaha dan modal mereka, sehingga tidak ada pihak yang nantinya merasa dirugikan. Karena dengan bangunan sistem manajemen yang demikian, memungkinkan para pemodal mau menanmkan dananya didaerah ini. Baik itu pabrik AMDK, pabrik garam maupun pabrik rumput laut.
Penjabat Mintakan Rubah Budaya
Penjabat bupati mintakan para ASN merubah budaya pola pikir, pola laku dan pola disiplinnya, karena hal ini adalah sesuatu yang wajar dituntut dimanapun dunianya kita mengabdi. Hal tersebut mintanya, saat memberikan arahan kepada seluruh ASN dalam rangka melakukan kerja bhakti diseputar areal kantor bupati di menia. Dan budaya ini harus menjadi ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing kita yakni, pribadi yang memiliki semangat, tekun, ulet dan bertanggungjawab, serta tuntas menyelesaikan setiap pekerjaannya.Menurutnya, didalam dunia birokrasi sudah ada aturannya, sudah ada sisitemnya, sudah ada kode etik yang mengatur baik itu bagi pns maupun bagi tenaga kontrak terhadap tugas dan fungsinya masing-masing seperti apa. Jadi bekerjalah sesuai dengan tugas yang diberikan dan dipercayakan kepada kita masing-masing, dan jangan ada yang merasa diri paling besar atau merasa bahwa, mengapa dia diperintah.
 
Penjabat Bupati Sabu Raijua Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si memimpin apel
 
 
ASN Sabu Raijua mendengarkan arahan Penjabat Bupati Sabu Raijua
 
Kepada para pejabat eselon II, maupun eselon III dirinya mintakan agar memperhatikan secara serius dalam menyelesaikan setiap laporan pertangungjawaban terhadap program kegiatan maupun penganggaranya yang harus dituntaskan sesuia dengan waktu yang sudah ditentukan, baik pertanggungjawannya pada akhir tahun anggaran maupun pada awal tahunnya nanti. Jelasnya lagi, bahwa banyak tugas dan tanggungjawab yang harus kita kerjakan termasuk tuntaskan pelaporan pertanggungjawaban pemda, dan kemarin saya sudah tanda tangani LPPD, tinggal LKPJ sama SPM untuk kita laporkan sebgai tuntutan kewajiban yang harus kita penuhi.
 
Sumber : https://www.facebook.com/humassaburaijua diakses tanggal 2 April 2021


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

Juli 2021

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31