INFO
  •  Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2025 Dibuka, Selengkapnya PENGUMUMAN 

KETUA TP-PKK KABUPATEN SABU RAIJUA KAMPANYEKAN STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

Jumat, 12 Desember 2025

PROKOPIM, Sabu Raijua — Jumat, 12 Desember 2025.

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur ke-67 Tahun 2025, TP-PKK Kabupaten Sabu Raijua bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sabu Raijua berkolaborasi dengan Panitia HUT Provinsi NTT Tingkat Kabupaten Sabu Raijua menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang meliputi senam bersama, jalan sehat, kampanye Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, serta kampanye Tenun Ikat Sabu Raijua. Kegiatan ini mengambil rute Kantor Bupati—RSUD—Kantor Bupati dan diikuti oleh unsur Pemerintah Daerah, Pengurus TP-PKK dan DWP, serta berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Sabu Raijua. Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu Tahun 2025 tingkat Kabupaten Sabu Raijua.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Sabu Raijua menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap kegiatan yang diselenggarakan. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak merupakan bentuk dukungan nyata bagi PKK dalam menyukseskan program-program pemberdayaan keluarga di daerah.

“Hari ini kita berkumpul untuk menunjukkan komitmen bersama dalam mengkampanyekan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan kepada perempuan dan anak, sekaligus mempromosikan tenun ikat Sabu Raijua sebagai identitas budaya kita. Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai Ketua TP-PKK, tetapi juga sebagai seorang perempuan dan seorang ibu. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk semakin menyadari pentingnya memberikan perlindungan yang layak, serta menolak setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Sherly.

Ia juga menegaskan bahwa meningkatnya kasus kekerasan, baik kekerasan seksual maupun bentuk kekerasan lainnya, harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Anak, tegasnya, adalah generasi masa depan yang harus dijaga, dididik, dan dilindungi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat sambil mengkampanyekan penggunaan tenun ikat Sabu Raijua serta seruan bersama untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak.


Simpan sebagai :

Berita terkait :

Januari 2026

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31