INFO
  •  Peserta Lulus SKD Seleksi CPNS TA.2019 diminta melakukan pendaftaran ulang lewat aplikasi SSCASN dari tanggal 1-7 Agustus 2020 
  •  Ayo dukung Kampung Adat Namata menjadi Kampung Adat Terpopuler di Ajang Anugrah Pesona Indonesia, Kirim SMS ketik API (spasi) 13C ke 99386. Buktikan Sabu Raijua Juga Bisa 

15 Hektar Anakan Lontar Hibrida

Senin, 6 Januari 2020

Bupati: "Pembangunan tidak hanya diperuntukan, hanya dalam rangka memenuhi akan kebutuhan sosial ekonominya saja".

Menia, Sabtu,4 Januari 2020. Bupati Sabu Raijua Drs.Nikodemus Rihi Heke,M.Si. memimpik aksi penanaman lontar hibrida pada kebun percontohan pengembangan lontar hibrida diatas lahan seluas15 hektere, di dusun Denniladdi, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat.

Bupati yang ditemani Kapolres Kabupaten Sabu Raijua, AKBP Yakobus Seubelan bersama anggotanya, Ketua Bhayankari Polres Sabu Raijua,Ny.Seubelan, bersama anggota bhayangkari lainya, Sekda Sabu Raijua Septenius M Bule Logo,SH.M.Hum, para Asisten, pimpinan OPD. sert Danramil Sabu Barat, Murihono Basuki bersama anggotanya, melakukan aksi penanaman lontar tersebut, setelah penanaman kali pertamanya pada 11 pebruari tahun lalu, ujar Kadis Pertanian Sabu Raijua, Ir. Mansy R Kore, saat melaporkan kesiapan kegiatan tanam pada bupati sabu raijua. Sekaligus menyampaikan total jumlah anakan yang sudah ditanam srbanyak 300 anakan. Dan akan terus dikembangkan untuk dibagi-bagikan anakannya kepada seluruh masyarakat yang dibarengi dengan sosialisasi nantinya," katanya.

Peserta penanaman anakan Lontar Hibrida

 

Menurut bupati, ide gagasan ini, tercetus sejak kami masih besama-sama dengan bapak Marthen LutherDira Tome, kala itu masih bupati sabu raijua. Dan kini dilanjutkan, mengingat bahwa program tuak hibrida ini sangat dibutuhkan dan cocok untuk terus ditumbuh kembangkan di sabu raijua. lontar ini, lanjut bupati, sejak jaman nenek moyang kita dahulu, telah dimanfaatkan sebagai pohon kehidupan. Dengan menyadap niranya sebagai gula untuk bahan makanan, dan niranya pula juga dijadikan sebagai bahan minuman mereka. Dan sampai dengan saat sekarang tradisi itu terus dilanjutkan," ungkapnya.

Kapolres Sabu Raijua menanam anakan Lontar Hibrida 

Karena itu, menurutnya salah satu tujuan utama dari penanaman lontar hibrida ini, agar masyarakat tidak melupakan budaya makan gula sabu, dan minum air tuak. Hal lainnya lagi adalah, mengingat pohon tuak yang ada sekarang sudah pada tinggi-tinggi maka kecendwrungan orang untuk memanjatnya semakin berkurang bahkan didominasi oleh orang-orang tua saja. Namun jika tuak hibrida dalam keadaan masih pendek pohonnya namun sudah bisa berproduksi, maka siapapun, termasuk anak-anak yang masih kelas 5 atau 6 SD, laki-laki ataupun perempuan pun, akan mau dan bisa mengiris tuak itu.

Kapolres Sabu Raijua, ketika ditanyakan kaitan dengan program lontar hibrida ini, mengatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan ini demi memajukan dan meningkatkan perekonomian masyarakat sabu raijua kedepannya. Bahkan ia bersama jajarannya, seusai menanaman disini, akan melakukan aksi penanaman di lokasi polsek hawu mehara sebagai wujud tindak lanjut dari perintah Kapolri untuk seluruh jajaran polres se indonesia melaksanakan gerakan penghijauan.

Sekretaris Daerah menanam anakan Lontar Hibrida 

Hal lain yang di ungkapkan bupati lagi, yakni: "Kemajuan suatu daerah dicapai dengan melakukan pembangunan pada semu sektor, dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih baik dan merata. Dan hal itu sudah dilakukan oleh pemda sabu raijua selama ini".

Lebih jauh, tambah bupati bagi pemerintah daerah sabu raijua sendiri, bahwa pembanguna tidak hanya diperuntukan hanya dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonominya saja, tetapi harus pula melihat pada aspek keadilan terhadap lingkungan dan upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan alam. Dengan demikian bahwa pembanguna untuk memulai kebutuhan masyarakat saat ini, tanpa mengurangi pemenuhan kebutuhan untuk generasi yang akan datang.Kepada seluruh masyarakat buppati mintakan agar tertibkan ternak, suoaya tidak merusak lingkungan dan memakan tanaman orang lain, serta mulailah menanam dengan curah hujan yang ada ini.

Bupati Sabu Raijua menanam anakan Lontar Hibrida 

 

Bupati pun bersama-sama dengan Kapolres, Ketua Bhayangkari, Sekda, Para Asisten, Danramil sabu barat dan Pimpinan OPD, masing-masing melakukan penanaman anakan tuak hibrida, pada lubang-lubang yang sudah disiapkan.


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

Agustus 2020

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Keterangan

  • (01/08/2020 s/d 07/08/2020)

    Pendaftaran Ulang Peserta Lulus SKB Seleksi CPNS TA. 2019