INFO
  •  Ayo dukung Kampung Adat Namata menjadi Kampung Adat Terpopuler di Ajang Anugrah Pesona Indonesia, Kirim SMS ketik API (spasi) 13C ke 99386. Buktikan Sabu Raijua Juga Bisa 
  •  Ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Pengadaan CPNS 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2020.  

WAKET KOMISI IX DPR RI EMANUEL MELKIADES LAKA LENA SOSIALISASIKAN PEMBANGUNAN KELUARGA DI SABU RAIJUA

Senin, 27 Juli 2020

Rihi Heke "Lonjakan tingkat pertumbuhan penduduk di sabu raijua semakin mengkhawatirkan"
Gereja Pulau Patmos, Tulaika,Senin, 27 Juli 2020.
Waket Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan kependudukan dan ketenagaan kerjaan, Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Pam, pada acara dalam rangka kunjungan tugas resesnya di kabupaten sabu raijua mengatakan, kehadirannya disini sebagai bentuk pertanggungjawabannya sebagai wakil rakyat yang diutus ke jakarta. Terkait BKKBN, menurutnya, tadi sudah banyak disampaikan oleh saudara Mikael Yance Galmin, juga tentang perspektif pemda telah disampaika oleh bapak bupati tadi," ujarnya.
 
Lebih lanjut katanya, yang ingin saya sampaikan adalah, perspektif kita sebagai wakil rakyat yang mencoba mendorong agar di ntt ini, dan di sabu raijua harus banyak program yang memberikan edukasi bagi teman_teman muda agar bisa menjadi Generasi yang Berencana atau Genre yang mantap dan berkualitas.
Lebih jauh jelasnya, sebagai wakil rakyat terus mendorong karena kita akan mengalami bonus demografi yang besar dan proses itu sedang terjadi, dimana pertumbuhan usia angkatan mudanya tinggi sekali. Ada dua resimen yang terjadi disini. Kerna itu kalau saja pemerintah pusat, sampai ke provinsi dan kabupaten, bisa mengatur generasi muda untuk produktif, bagusnya anak-anak muda ini bisa melewati sebuah tantangan zaman dan menjadi generasi yang handal dan unggul. Jika lompatan ini sukses, kita akan berpindah dari himpitan negara berkembang, ke negara maju. Namun jika gagal, berdampak kepada perilaku menyimpang generasi muda seks bebas, pernikahan dini, dan jika hal itu terjadi akan menyusahkan bangsa ini, tandasnya.
 
Akhiri dirinya sebagai sosialisator dengan membawakan topik "Kesehatan KB" kembali Laka Lena, ingatkan, bahwa, kejadian covid ini menjadi momentum untuk menjadikan urusan kesehatan menjadi perhatian serius oleh bangsa ini. Paradigma kesehatan itu dI Komisi IX, ada tiga yang menjadi mitra, yakni, Kesehatan, Badan POM, serta BKKBN. Genre diharapkan memiliki kualifikasi diri, lingkungan, dan masyarakat,"Pungkas Laka Lena, dihadapan 250 orang peserta dari Pasangan Usia Subur(PUS), dan Remaja berusia 10 - 24 tahun.
Bupati sabu raijua Drs.Nikodemus Rihi Heke,M.S, yang diundang untuk menyampaikan sambutannya, mengungkapkan, kalau saja persoalan yang ada didaerah ini, sering kita temui tidak hanya masalah KB saja, tetapi juga berkaitan dengan masalah program dan kegiatan lainnya yang harus kita atasi bersama. Menurut bupati, kita harus sosialisasikan program KB secara gencar, karena lonjakan tingkat pertumbuhan penduduk di indonesia, di ntt, khususnya di sabu raijua semakin mengkhawatirkan, karena mencapai 4,9 % tingkat pertumbuhannya," tekannya.
Diakuinya pula bahwa, bicara tentang KB, maka kita bicara tentang keluarga yang berencana, karena harus memperhatikan jarak kelahiran, minimal 2 tahun. Dirinya pun mintakan, agar kita semua yang hadir disini menjadi agen pembangunan untuk menyam paikan program KB ini kepada masyarakat luas. Pentingnya jaga jarak kelahiran karena hal tersebut juga menyangkut dengan masalah kesehatan, ekonomi, juga masalah pendidikan.
Menyinggung tentang pentingnya program KB, dimasa pandemi covid-19 ini, semua hidup dalam keraguan, kecemasan. Namun bersyukurlah, dengan kerja keras, oleh seluruh masyarakat, pihak terkait lainnya, sabu raijua dalam keadaan aman, sehat dan terkendali serta berada dalam zona hijau dari pandemi covid-19. Prestasi yang kita peroleh terbebas dari virus corona bukan karena bupatinya, tetapi karena kita kerja keras dan usaha yang sungguh dari semua yang ada di sabu raijua ini. Kaitannya dengan perhelatan politik pilkada 9 desember nanti, pintanya, demokrasi menghendaki bebas memilih sesuai hati nurani, beda warna dan pilihan jangan sampai merusak hubungan persahabatan, persaudaraan kita sebagai orang sabu. Mintanya lagi, supaya kita menjaga kamtibmas, jaga sabu tetap sehat, aman dan damai dengan berpolitik yang baik dan santun, serta benar," tukas Rihi Heke, yang mengawali sapaannya kepada Frits Djubida, dan Takem Radja Pono, yang juga hadir acara itu, dengan berujar bahwa kedua tokoh ini, adalah teman, sahabat dan saudara, dalam pilkada nanti," pungkas bupatii. yang akrab di sapa Mabala ini.
Mikael Yance Galmin, salah satu pejabat kepala bidang pada BKKBN Provinsi NTT, dalam sajian urai materinya yang panjang lebar itu, dapat disimpulkan item-itemya, yakni : UU Nomor 5 Tahun 2009, tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, menegaskan, ada dua tugas dari BKKBN, yaitu, Melaksanakan Pengendakian Penduduk, dan Menyelenggarakan Pembangunan Keluarga. Saat ini, katanya, jumlah penduduk indonesia mencapai 267 juta jiwa, dengan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya 1,49 %, atau setiap tahunnya bertambah 3,5 sampai dengan 4 juta jiwa. Di NTT sendiri jumlah penduduk 5,5 juta jiwa. Dan hal ini sudah sangat mengkhawatirkan, yang ditandai dengan indikator angka kelahiran sangat tinggi.
Jika dihitung secara rata-rata, maka setiap wanita usia subur di ntt, memiliki 4 orang anak . Jika dikaitkan dengan angka kelahiran di sabu raijua saat ini sudah mencapai 4,9 %, artinya sudah melebihi tingkat kelahiran provinsi. Tingginya angka kelahiran di ntt, tidak sejalan dengan meningkatnya kualitas penduduk. Hal ini ditunjukan oleh beberapa indikator, yakni, seperti tingginya angka kemiskinan, prevalensi stunting, angka kematian ibu (2017), dari 100 ribu kelahiran, 500 meninggal. Karena itu, jelasnya lagi BKKBN diberikan amanat untuk mengendalikan penduduk melalui program Bangda Kencana, atau Program KB. Program inu bukan untuk membatasi kelahiran, tetapi untuk mengatur jarak kelahiran. Karena itu setiap kehamilan harus direncanakan. Karena itu BKKBN selalu kampanyekan 4 Terlalu, yakni: Jangan terlalu muda untuk hamil, minimal wanita usia 21, dan pria di usia 24 tahun; Jangan juga terlalu tua untuk kehamilan, berkisar 21 -35 tahun; Jangan terlalu dekat jarak usia kehamilan ibu, tetapi diantara 2 -3 tahun; dan Jangan terlalu banyak anak, tetapi dua anak saja cukup, sehingga hak-hak anak dapat terpenuhi secara baik," akhirnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Pendeta Daniel Hendrik,S.Th, M.Si, Frits Djubida, mantan wakil bupati kupang, Takem Radja Pono; Sekcam Sabu Barat, Yulens Koro; Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sarai; Kabid pada Dinkes, Uba Ola, Kasubag Protokol, Winni Kido, Kasubag Dokumentasi Roy Balo, serta undanga lainnya.


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

Oktober 2020

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31