INFO
  •  Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2025 Dibuka, Selengkapnya PENGUMUMAN 

Pemkab Sabu Raijua Perkuat Kerja Sama dengan KEMENSOS untuk Pembangunan Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan

Senin, 15 September 2025

PROKOPIM - Kupang, 15 September 2025.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua memperkuat komitmennya dalam mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial RI. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan kerja Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, ke Balai Sentra Efata (Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial) di Naibonat, Kupang, pada Senin (15/9/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk membahas percepatan sejumlah program strategis, terutama pembangunan Sekolah Rakyat di Sabu Raijua, serta optimalisasi penyaluran program pemberdayaan sosial bagi masyarakat rentan di daerah tersebut.

Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat

Dalam pertemuan yang disambut langsung oleh Kepala Balai Sentra Efata tersebut, Wakil Bupati Thobias Uly menyampaikan bahwa proses administrasi terkait lahan untuk Sekolah Rakyat telah tuntas. “Sertifikat tanah untuk lokasi Sekolah Rakyat sudah ada dan administrasinya telah lengkap. Untuk itu, kami meminta agar proses pembangunan dapat dipercepat dan dikawal bersama demi mensukseskan Program Strategis Nasional dari Bapak Presiden,” ujar Wakil Bupati.

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan dan pelatihan vokasi bagi masyarakat kurang mampu.

Penyiapan Data untuk Program Pemberdayaan Sosial

Di sisi lain, Kepala Balai Sentra Efata menekankan pentingnya penyiapan data yang akurat oleh Pemda Sabu Raijua sebagai dasar penyaluran bantuan. Data Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), seperti anak terlantar, korban kekerasan, lansia, dan penyandang disabilitas, menjadi sangat krusial mengingat tahun 2025 akan dibuka alokasi anggaran khusus untuk program pemberdayaan.

Program yang dimaksud antara lain berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) keterampilan menjahit bagi penyandang disabilitas, usaha ternak, dan usaha kios bagi keluarga rentan. Untuk mendukung kelancaran program, Kepala Balai mengusulkan agar Pemda menyiapkan gedung yang dapat digunakan sebagai tempat pelatihan, sehingga kegiatan Bimtek dapat langsung diselenggarakan di Sabu Raijua untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Bantuan Rumah dan Penanganan Kekeringan

Pembahasan juga mencakup kemungkinan pengajuan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dengan pola swadaya dan gotong royong. Bantuan yang diberikan dalam bentuk material atau dana ini dapat diusulkan dengan melampirkan data dan foto Kartu Keluarga calon penerima. Kepala Balai menyarankan agar Pemda mengusulkan minimal dua hingga tiga desa dengan target pembangunan 20 rumah agar program dapat terpantau dengan efektif.

Wakil Bupati Thobias Uly juga menyampaikan kondisi darurat kekeringan yang melanda Sabu Raijua dan membutuhkan perhatian khusus. Beliau berharap Kementerian Sosial dapat turun tangan melalui program strategis, seperti pembangunan sumur galian untuk kelompok masyarakat. Selain itu, ditekankan pula pentingnya penguatan peran Karang Taruna sebagai penggerak utama kegiatan sosial dan pemberdayaan di tingkat daerah.

Tindak Lanjut dan Peninjauan Langsung

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan rapat koordinasi lanjutan via zoom meeting pada Kamis mendatang guna membahas teknis kerja sama secara lebih mendetail. Usai pertemuan, Wakil Bupati didampingi jajaran Balai Sentra Efata berkesempatan meninjau langsung proses belajar-mengajar serta berbagai fasilitas di Sekolah Rakyat pertama di NTT yang berlokasi di Naibonat, Kupang. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembangunan Sekolah Rakyat yang rencananya akan segera dibangun di Sabu Raijua.

 


Simpan sebagai :

Berita terkait :

Januari 2026

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31