INFO
  •  Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua 
  •  Orang Sabu Raijua Juga Bisa 
  •  Seleksi Kompentensi Bidang (SKB) CPNS Kab. Sabu Raijua - 13 s/d 14 Desember.2018 
  •  Penutupan Sidang DPRD Anggaran Induk 2019 

Tarian Daerah

1. Padoa
        Tarian Pado'a merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari ritual adat lainnya seperti Banga Liwu, Buihi dan Hole. Tarian ini biasanya dilakukan pada malam hari sebelum dilakukan kegiatan Buihi besok harinya. Seperti pada umumnya kegiatan Pado'a diawali dengan ritual-ritual adat suguhan sirih pinang dan Kelapa Wangi (Kenana, Kelalla dan Nyiu Wau Mangngi) diatas Batu Persembahan atau Wowadu Turu. Sesudah acara pendahuluan ini lalu Mone Pejo atau tokoh yang dituakan dan dianggap mengerti tata caranya mulai melakukan koordinasi dengan para peserta yang hadir dan sudah siap dengan ketupat yang dibuat dari daun lontar serta berisi kacang hijau untuk diikat di kaki.
        Dalam Syair yang dilantunkan oleh Mone Pejo berisi puja dan puji kepada Sang Pencipta Alam Semesta dan Para Leluhur yang telah memberikan kesuburan, kemakmuran serta kelimpahan sehingga mereka telah panen hasil tanamannya, baik kacang hijau maupun jagung atau sorgum serta padi.
        Pandangan masyarakat Sabu sendiri terhadap Pado'a adalah merupakan suatu ajang kebahagiaan terutama kepada pemuda-pemudi yang dibolehkan untuk saling bergandengan satu sama lainnya atau dalam bahasa Sabu Pegai, Pegatti dengan caranya masing-masing.
        Sedangkan manfaat bagi orang tua acara ini merupakan suatu kesempatan bagi mereka untuk menjajakan jualan hasil kebun/panen. Selain itu juga bagi orang tua kegiatan Pado'a ini juga dijadikan sebagai arena hiburan dan pelepas lelah setelah mereka mengerjakan berbagai aktifitasnya. Kegiatan Pado'a ini biasanya berlansung selama tujuh hari saja dan sesudah acara Hole dilaksanakan oleh tokoh adat lokasi tempat Pado'a itu disiram dengan air gula sebagai pertanda kegiatan Pado'a berakhir.

 

 

2. Ledo Hawu
        Ledo dilakukan berpasangan pria dan wanita diiringi gong dan tambur serta giring-giring pada kaki pria. Hentakan kaki, lenggang dan pandangan merupakan gerakan utama. Gerakan lain dalam tarian ini ialah gerakan para pria yang saling memotong hemala (klewang) yang menjadi perlengkapan tari para pria. Tarian ini sering disebut sebagai tarian perang memperebutkan arwah yang akan dilepas.

 

 

3. Hoda
        Merupakan syair/kidung yang berisi pujian dan permohonan kepada Sang Khalik dan para leluhur dalam melaksanakan ritual-ritual tertentu misalnya dalam membangun rumah adat, upacara Tao Leo / prosesi pelepasan awah, upacara Dabba / Wolo Manu.
   

 

4. Habba Ko'o Rai
        Merupakan persiapan musim tanam, tarian ini menggunakan properti nyiru (nampan) yang berisikan kacang hijau dan sorgum yang dijadikan bibit tanaman untuk musim baru.


«

Desember 2018

MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Keterangan

  • (13/12/2018 s/d 14/12/2018)

    Seleksi Kompentensi Bidang (SKB) CPNS Kab. Sabu Raijua

  • (12/12/2018 s/d 12/12/2018)

    Penutupan Sidang DPRD