INFO
  •  Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua 
  •  ASN Sabu Raijua berkumpul dalam Rapat Lengkap Pamong Praja 2019.  

Sekda Melepas Kontingen Sepak Takrow Ke Labuan Bajo

Senin, 21 Oktober 2019

"Sarai peroleh jatah cpns 146 orang, dan dalam menggunakan metode cat untuk test cpns, sarai terbaik urutan pertama dalam penerapannya di tahun 2018"

Upacara pelepasan kontingen atlit sepak takraw kabupaten sabu raijua ditandai dengan penyerahan bendera kontingen, dan penyerahan piala bergilir yang selama 3 tahun di pegang kabupaten sabu raijua, untuk diserahkan ke panitia Kejurda Tingkat Provinsi NTT untuk  diperebutkan lagi di kejurda sepak takraw di manggarai.

Penyerahan bendera kontingen dan piala bergilir tersebut di serahkan oleh Sekda Sabu Raijua  Septenius Bule Logo, SH.M.Hum. kepada ketua kontingen sekaligus sebagai pembina, pelatih, pembimbing atlit sepak takraw kabupaten sabu raijua, Drs.Jacobus Mone Ke,S.Pd, M.Si. di halaman depan kantor bupati, Menia, Senin(21/10/2019).

Dalam arahannya sekda mangatakan, Prestasi yang sudah kita raih selama tiga tahun berturut-turut sebagai pemenang pertama dengan perolehan medali emas dan piala bergilir, tentunya tidak diperoleh dengan gampang, malainkan telah melalui proses persiapan dan latihan yang cukup panjang, dan menguras tenaga, waktu dan dana yang tidak sedikit, karena itu, dengan semangat juang tinggi itulah sehingga selama tiga kali berturut-turut kita boyong piala kemenangan ini.

Lebih lanjut kata sekda, kepada para pelatih dan atlit agar selalu bersinergi sehingga kekompakan dan semangat juang selalu terpatri di dalam hati masing-masing atlit. Sekda ingin agar para atlit, berjuang dengan semangat yang tinggi agar piala bergilir kembali kesabu raijua lagi, dan kita hatus optimis akan hal itu.

Sementara Jakobus Mone Ke, menjelaskan kontingen sabu raijua yang ia bina dan pimpin ini, selama seminggu akan berada di kota kupang, dalam rangka menjalani latihan lagi agar lebih mantap, sebelum tiba di arena pertandingan di manggarai barat, labuan badjo, pada tanggal, 31 oktober 2019.

Hal lain yang dikatakan sekda, menyangkut dengan menjelang akhir-akhir tahun anggaran ini,  setiap opd semakin banyak pekerjaan yang harus diselesaikan karena menyangkut dengan penyerapan anggaran induk, kemudian kita akan berhadapan dengan penyampaian KUA-PPAS, juga kita berhadapan dengan  Pemendagri nomor 56 Tahun 2019, tentang Perubahan Nomenklatur Perubahan Struktur Organisasi, hal ini tentunya akan mempengaruhi struktur KUA-PPAS.

Menyangkut dengan item-item permasalahan tersebut, dirinya meminta agar pimpinan opd, tetap dusiplin dalam bekerja  karena kita menganut pada anggaran berbasis kinerja, maka hasilnya harus jelas dan dapat dierrtanggungjawab.

Selanjutnya kata sekda, untuk formasi CPNS kabupaten  sabu raijua tahun 2019, memperoleh 146 orang cpns. Dan masih di dominasi oleh kebutuhan tenaga kesehatan, dan pendididkan.  Untuk penjelasan yang lebih lengkapnya nanti, akan disampaikan oleh panitia penerimaan cpns pemda sabu raijua sesuai dengan mekanisme dan aturannya.

Untuk penerimaan cpns nanti akan menggunakan metode computer assisted tes atau cat. Ini sebuah metode seleksi dengan menggunakan komputer agar memperoleh standar minimal kompetensi dasar bagi setiap yang melamar sebagai cpns. Dan sabu raijua adalah kabupaten yang telah diakui kemampuannya sebagai kabupaten urutan pertama dalam menggunakan metode cat pada tahun 2018, oleh pusat. Karena itu, sekda berharap untuk tahun anggaran 2020, badan kepegawaian daerah sabu raijua sudah memiliki jumlah komputer yang bisa digunakan dalam metode cat bagi cpns.  Karena dari  proses penerimaan sampai dengan testing dan pengumuman hasil, akan berlangsung dari tahun ini, sampai dengan tahun depan," tukas Bule Logo.


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

November 2019

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30