INFO
  •  Ingat selalu pesan ibu !!! Pakai masker, mencuci tangan pakai sabun & jaga jarak  

Musrenbangcam Liae Dengan 138 Kegiatan Prioritas dan 110 M Diusulkan Kepada Bupati

Sabtu, 27 Februari 2021

      Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Sabu Liae berlangsung di Aula Serba Guna, Desa Eilogo, Kecamatan Sabu Liae, 27 Pebruari, dan dibuka Plh.Bupati Sabu Raijua, Septenius  M.Bule Logo,SH,M.Hum  yang juga adalah Sekda sabu raijua. Dalam sambutan tertulis dalam beberapa halaman yang dibacakannya mengatakan, melalui forum ini agar mampu menetapkan urgensi dan solusi terhadap setiap permasalahaan yang ada di masing-masing desa sehingga pelaksanaan musrenbang ini bukan dijadikan sebagai ajang penyampaian daftar keinginan, tetapi benar-benar merupakan kebutuhan prioritas masyarakat. Mengingat kondisi keuangan daerah kita masih sangat terbatas untuk membiayai semua program dan kegiatan yang ada.(kesimpulan red.)

        Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa,  pada forum pra musrenbang sebelumnya usulan kegiatan yang disampaikan sebanyak 234 item, yang merupakan hasil dari akumulasi melalui musrenbang dusun, musrenbang desa dan hasilnya dirangkum di tingkat kecamatan serta dibahas dalam pra musrenbangcam yang akhirnya difinalisasi maka daftar usulan kegiatan prioritas kecamatan liae disepakati menjadi 138 kegiatan, dengan anggaran sebesar Rp.110.758.980.000-,. Estimasi jumlah besaran anggaran tersebut untuk membiayai bidang-bidang, yaitu: Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Infrastruktur dan bidang Pemerintahan umum. Dan usulan ini nantinya akan dibahas dalam forum musrenbang di tingkat kabupaten.

         Sementara Plh Camat Sabu Liae, Yohanes Galabeding, SH, dalam pemaparan potensi dan permasalahan wilayah menyampaikan antara lain, "dalam hal meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarkat maka sektor pertanian, perikanan, kelautan dan induatri kerajinan pada 12 desa yang ada di kecamatan liae ini, melalui musrenbangcam telah mengusulkan apa yang menjadi kebutuhan prioritas mereka. Dan semua desa mengusulkan pembangunan embung-embung. Menurutnya, pada tahun 2021 ini oleh dinas PUPR Kabupaten Sabu Raijua akan dibangun dua buah embung di liae. Kaitannya dengan masalah kesehatan masyarakat tandasnya lagi, dari 8 desa yang terkonfirmasi atau status positif covid19, kini tinggal satu desa. Diusulkan juga untuk gedung SMA Negeri 2 Liae, supaya dibangun tambah 6 ruang belajar," tukasnya.

       Sementara anggota DPRD dari Dapil 1 Sabu Liae, Laurens Abiakto Ratu Wewo, S.Sos, selain sebagai nara sumber, dirinyapun menyampaikan beberapa catatan sebagai hasil resesnya beberapa waktu lalu yaitu: 1.Perlu dilakukan pembangunan gedung farmasi puskesmas eilogo untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ketersediaan obat-obatan yang selalu tersedia bila diperlukan; 2. Supaya dilakukan rehab berat terhadap gedung pustu di Deme, dan Waduwala kaitannya dengan pelayanan bagi masyarakat, termasuk rehab berat dan sedang terhadap gedung SD Gmit Raerobo, pembangunan ruang guru SD Gmit Ege, serta gedung SD Dai Ae, juga pembanguna serta rehab berat untuk gedung Pustu desa Waduwala. Dirinyapun dihadapan plh.bupati mengharapakan agar dilakukan pengadaan laptop bagi operator Siks(sistim informasi kesejahteraan sosial) untuk 12 desa yang ada. Selain itu Ratu Wewo juga menyoroti kaitannya dengan masalah infrastruktur lainnya seperti peningkatan ruas jalan dari SMA Negeri 2 Liae ke Dahi Ae, Ledeke-Loborui karena adanya akses fasilitas umum SMP, SD, serta Embung, sekaligus sebagai akses alternatif penghubung Liae, dengan Seba. Kemudian jalan Kejobo Natoda dan Raerobo, lalu akses jalan Ledeke dan Waduwala, serta Deme dan Raekore.  Selain infrastruktu jalan, Laurens pun menyoroti masalah embung kaitannya dengan rehabilitasi atau dilakukan pengerukan terhadap embung Doka ana desa Waduwala, embung Eiharro di Ledeke, dan embung yang didanai dari APBN yaitu, embung Ma Pu Haba di Deme. Menurutnya lagi, forum ini mengakomidir apa yang menjadi skala prioritas terhadap kebutuhan masyarkat lintas desa, untuk selanjutnya dijadikan RPK(rencana pembangunan kecamatan) yang akan diajukan kepada skpd penampung sebagai dasar penyusunan RKPD di tingkat kabupaten. Selai yang disampaikannya tersebut, dirinyapun memintakan agar kecamatan sabu liae dipimpin oleh camat definitif.  Selain itu, terrhadap apa yang diusulkannya, ia juga tidak menampik akan permasalahan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemda sabu raijua. Namun sebagai wakil rakyat yang merespresentatif dari harapan dan kebutuhan masyarakat, dia berjanji akan terus mengawal sampai pada pembahasan di musrenbang selanjutnya, dan juga dalam sidang anggaran pemerintah bersama dengan dprd nantinya.

      Menanggapi berbagai usulan dan harapan baik dari masyarakat maupun dari anggota dprd kembali sekda menyampaikan bahwa, sebagai pemerintah pada prinsipnya akan tetap mendengarkan apa yang menjadi harapan-harapan tersebut. Namun semangat dan harapan-harapan itu, tentunya sangat berkaitan dengan ketersediaan serta kemampuan anggaran daerah yang ada. Namun pemerintah akan tetap melayani apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, ujarnya mengakhiri.

         Hadir dalam kegiatan itu, selain Plh.Bupati, Anggota DPRD, para asuaten, para pimpinan OPD penampung, serta utusan dari masing-masing desa sebanyak dua orang, juga pendamping desa, dan pendamping lokal desa kecamatan sabu liae.

 


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

April 2021

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30