INFO
  •  Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua 
  •  ASN Sabu Raijua berkumpul dalam Rapat Lengkap Pamong Praja 2019.  

MENGHADAPI RISIKO ANCAMAN BENCANA KEKERINGAN PEMDA AMBIL LANGKAH BENTUK FORUM KOORDINASI

Selasa, 24 September 2019

SABURAIJUA, Bupati, "jangan melihat kekeringan itu sebuah bencana tetapi tindakan mengatasi itu yang lebih penting"

Bupati Sabu Raijua, Drs.Nikodemus Rihi Heke,M.Si. Selasa (24/9/2019) di Menia,  memimpin rapat koordinasi dengan berbagai pimpinan OPD,TNI,POLRI,Ketua Klasis Kecamatan,Ketua MUI,Pastor Paroki St Paulus Seba, Perwil GBI, Pimpnan GSJA,Para Camat,Kepala Desa,Organda, Semua pemuka Agama, Tokoh pemuda,Tokoh Perempuan, pelaku dunia usaha, dan sebagainya, dalam upaya pembentukan forum, dalam rangka mitigasi atau upaya penanggulangan risiko bencana kekeringan dan membangun kesiap-siagaan dan sinergisitas pemerintah daerah, dengan lembaga dan masyarakat, untuk menghadapi ancaman kekeringan di wilayah kabupaten sabu raijua, secara rutin setiap tahunnya.

Dalam arahnnya bupati utarakan beberapa hal, yakni, Forum ini dibentuk untuk membantu pemerintah daerah sehingga upaya-upaya kita untuk memitigasi bencana kekeringan atau bencana lainnya bisa teratasi. Karena pemerintah tidak bisa melakukan sendiri dan harus ada partisipasi dari semua pihak.

Menurut bupati, sekarang ini tingkat kekeringan di sabu raijua cukup tinggi, kita berada di bulan september, dan puncaknya nanti pada oktober. Tahun ini memang sangat kering, tetapi kita tidak boleh melihat bahwa ini adalah suatu bencana yang berbeda  dengan tahun kemarin, tetapi kita harus berusaha bagaimana caranya supaya dapat mengatasi hal ini, karena itulah langkah yang lebih penting.

Lembaga ini, memang dibentuk agak sedikit terlambat, tetapi bukan berarti langkah-langkah dari pada penanganan belum kita lakukan, kita sudah melakukannya mulai dari pra bencana, pada saat bencana, dan setelah bencana. Penanganan yang sudah dilakukan pemda dalam jangka pendek yaitu, memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Sedangkan dalam jangka panjang dibuatkan embung-embung, jebakan air, aksi penghijauan, dan sebagainya, dalam rangka agar kita bisa memitigasinya.

Dengan demikian diharapkan, semua desa dengan anggaran yang ada dapat mendukungnya karena sabu raijua ini kering, dan kita harus memahami itu, dan perencanaan kita menuju satu tujuan.

Lebih jauh kata bupati, forum ini sekaligus membantu pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah ditetapkan, seperti: Membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat; Memberikan informasi dan masukan-masukan kepada pemerintah supaya dapat mengatasi mitigasi bencana kekeringan, maupun bencana lainnya, juga melakukan sosialisasi, aksi reboisasi atau penghijauan dilapngan bersama masyarakat dan pemerintah. Masalah dana untuk forum ini, kata bupati, bisa dari desa, bisa dari pemerintah daerah kabupaten, dan bisa juga dari pemerintah provinsi," pungkasnya.

Turut mendampingi bupati pada acara itu, Plt.Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Setda Sabu Raijua, Ir.Mansy Raymond Kore, Plt.Kepala Badan Penanggulangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Djavid Ndu Ufi.


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

November 2019

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30