INFO
  •  Ayo dukung Kampung Adat Namata menjadi Kampung Adat Terpopuler di Ajang Anugrah Pesona Indonesia, Kirim SMS ketik API (spasi) 13C ke 99386. Buktikan Sabu Raijua Juga Bisa 
  •  Ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Pengadaan CPNS 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2020.  

AKSI BAGI 1000 MASKER, TIM GUGUS TUGAS PEROLEH APRESIASI

Rabu, 15 April 2020

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Kabupaten Sabu Raijua, melakukan aksi pembagian 1000 buah masker kepada masyarakat di enam titik seputaran kota seba, dan dipimpin langsung Ketua Umum Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sabu Raijua, Drs.Nikodemus Rihi Heke,M.Si. pada Rabu, 15 April 2020.

Bupati Sabu Raijua sebagai ketua umum tim gugus tugas covid-19, didampingi Kapolres Kabupaten Sabu Raijua,AKBP.Jackobus Seubelan, sebagai Wakil Ketum 1, bersama anggotanya; Danramil Sabu Raijua, May.Inf.Murihono Basuki, sebagai Wakil Ketum 2, bersama anggotanya, serta para pejabat dari Dinkes Kabupaten Sabu Raijua melakukan aksi pembagian 1000 masker kepada masyarakat di pasar modern Nataga, pasar Hede, Simpang 4 Kota Seba, kemudian di seputaran pertokoan seba, halaman depan Kantor BRI di Seba, dan berakhir di areal Pelabuhan Seba.
Selain dibagikan kepada masyarakat biasa, pedagang kaki lima, maupun yang di lapak-lapak, juga setiap pengendara bermotor roda dua, maupun yang menggunakan mobil. Bupati maupun Kapolres bersama anggotanya, begitupun Danramil bersama anggota, serta para pajabat dari Dinaas Kesehatan, turun langsung untuk bagikan masker tersebut kepada masyarakat.

Adaupun kegiatan pembagian masker ini, adalah bentuk dari sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat sebagai tindak lanjut dari himbauan dan dorongan dari Presiden RI, dan dari WHO agar semua orang menggunakan masker. Jadi bukan hanya orang yang sakit, bergejala, atau beresiko terpapar virus yang boleh menggunakannya,tetapi semua orang boleh menggunakan masker, baik masker jenis bedah atau dengan istilah lainnya surgical mask, atau masker yang dibuat sendiri dengan bahan kain biasa.

Masyarakat dihimbau atau didorong agar wajib menggunakan masker, karena manfaatnya untuk menghindari dari debu, atau paparan polusi sekaligus mencegah tetesan cairan tubuh seperti keringat, air liur dan dahak. Selain itu, untuk melindungi si pemakai dari partikel-partikel kecil di udara yang mungkin mengandung kuman atau virus, yang menyebabkan infeksi bagi saluran pernapasan. Dan masker bedah, ataupun masker N95 bisa memberikan tambahan perlindungan terhadap resiko penularan penyakit bagi si penggunanya," ujar bupati

Dalam kesempatan yang sama, dua orang tokoh agama memberikan apresiasi kepada tim gugus tugas. Menurut mereka, apa yang dilakukan tim gugus tugas ini, adalah perbuatan yang mulia atas nama kemanusiaan demi menolong serta menyelamatkan masyarakat dari serangan virus corona, yang nota benenya adalah masyarakat kecil, maupun masyarkat lainnya, dalam menghadapi situasi susah dan mencekam ini," ujar dua sosok yang tak mau namanya disebutkan.

Menurut kepala bidang PMK, pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sabu Raijua,Urbanus Rohi,S KM, masker yang dibagikan oleh tim gugus tugas tersebut adalah, masker jenis bedah. Dan masker tersebut bersifat umum, karena siapa saja bisa menggunakannya, dan dijual bebas baik di apotik ataupun di toko, bahkan diatas kapal ferry cantikapun, para penjual menawarkan kepada para penumpang. Sedangkan jenis masker N95 di pakai oleh para dokter atau tenaga medis di ruang isolasi," jelas Urbanus.


Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa, masker yang dibagikan itu merupakan pengadaan dari DPA nya Dinkes Sabu Raijua, yang diperuntukan bagi para petugas medis dan selebihnya bagi masyarakat. Selain itu, juga diperoleh dari bantuan Pemerintah Daerah Provinsi NTT untuk petugas kesehatan, serta bagi masyarakat beresiko dalam situasi pandemi covid-19, sebagai langkah antisisipasi. Jadi tindakan tim gugus tugas covid-19 itu, tidak ada yang menyimpang, ataupun tidak sesuai dengan aturan. Karena tindakan itu, adalah bagian dari hak-hak masyarakat untuk memperolehnya. Apalagi dalam situasi seperti ini, dimana masyarakat dapat beresiko terkena virus corona, seperti orang yang sering keluar rumah, ataupun melakukan aktifitas diluar rumah.

Masih urbanus jelaskan, bahwa masker-masker ini sudah dibagikan kepada enam kecamatan agar nantinya dibagikan lagi kepada masyarkkat yang ada di desa-desa. Memang bupati menginginkan agar semua masyarakat harus gunakan masker, namun dalam pesanan kami kepada pihak penyedia, ternyata jumlah masker yang ada dipasaran sangat terbatas. Karena itu pemda melalui tim pkk desa, maupun melalui para penjahit lainnya, akan membuat masker sendiri dengan menggunakan kain biasa, kemudian masalah spesifikasi masker itu, akan kami tentukan sesuai ukuran dan bentuknya. Hal inipun sudah saya laporkan kepada bapak sekda, dan beliau perintahkan agar secepatnya dilakukan, supaya bisa dibagikan kepada masyarakat," jelasnya.

Bicara soal masker, beberapa minggu lalu Ketua TP-PKK Kabupaten Sabu Raijua,Ny Dra.Mathina Rihi Heke-Raga Lay,M.Si.dengan inisiatifnya sendiri, bersama kelompok pkk, telah membuat sekian ratus masker berbahan kain untuk dibagi-bagikan selain kepada masyarakat, juga kepada ASN. Meski dengan jumlah yang sangat terbatas untuk membantu sesama manusia khususnya masyarakat kecil yang sulit memoperoleh masker, namun bagi seorang sosok yang tenang dan cerdas ini, baginya meski selalu disibukan oleh tugasnya sebagai seorang dosen di Undana Kupang, namun kewajiban dan tugas serta tanggungjawabnya sebagai ketua tp-pkk, tetap dijalaninya.

Dirinya juga, bersama-sama dengan tp-pkk kecamatan maupun desa, serta masyarakat, akan bekerja keras dalam mensukseskan himbauan, serta dorongan dari bapak presiden agar seluruh masyarakat indonesia pakai masker. Selain itu, juga ada himbauan bupati sabu raijua, agar seluruh masyarakat kabupaten sabu raijua diharapkan wajib masker. Menurutnya, tujuan dari wajib masker ini adalah, selain untuk kesehatan penggunanya, juga untuk mengantisipasi maupun menangkal, ataupun memutuskan mata rantai pandemi corona virus yang semakin hari, semakin meluas dan tak terkendali ini. Harapannya, agar masyarakat tetap melakukan himbauan pemerintah, yakni: dirumah saja, cuci tangan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan massa, hidup bersih dan sehat. semua itu bisa kita lakukan, hanyalah berpulang kepada kesadaran kita sendiri," tukasnya..


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

Oktober 2020

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31