Iklim dan Kondisi Alam

Kabupaten Sabu Raijua beriklim kering dan menurut L. R. Oldemam bertipe D4 dan E4, dengan kondisi iklim seperti ini maka musim hujan sangat pendek yaitu 14 sampai 69 hari hujan.  Musim kemarau di kabupaten ini berkisar antara 7-8 bulan. Musim hujan yang pendek itu hanya terjadi pada bulan Desember sampai Maret. Berdasarkan data perkiraan yang kami kumpulkan, curah hujan terendah terjadi di Pulau Raijua dan yang tertinggi di Kecamatan  Sabu Timur.

Kabupaten Sabu Raijua memiliki kondisi wilayah dengan topografi bergunung-gunung dan berbukit dengan derajat kemiringan sampai 450. Permukaan tanah kritis dan gundul sehingga peka terhadap erosi. Topografi yang seperti ini menimbulkan isolasi fisik, isolasi ekonomi dan isolasi sosial, apalagi oleh kurangnya dukungan infrastruktur seperti jalan dan jembatan diberbagai kecamatan. Sementara transportasi kepulau-pulau tertentu seringkali agak mahal karena rendahnya frekwensi sarana perhubungan kebeberapa pulau, dimana hal tentunya juga mempengaruhi harga barang dan jasa di kabupaten tersebut.

Data iklim mencakup data tentang temperatur (suhu) dan tekanan udara, kondisi angin (kelembaban, arah dan kecepatan), penyinaran matahari dan intensitas hujan di Kabupaten Sabu Raijua. Data diperoleh dari Stasiun Meteorologi Klas III Sabu Raijua dan secara umum merupakan data bulanan.

Rata-rata Temperatur Udara Menurut Bulan di Kabupaten Sabu Raijua
tahun 2011 (derajat C)

iklim2.jpg

 

Perubahan Rata-rata Curah Hujan Tahun 2010-2011 Menurut Bulan di Kabupaten
Sabu Raijua (mm)