Perikanan Rumput Laut & Garam

Perikanan

Sebagai kabupaten yang dikelilingi lautan, Sabu Raijua dianugerahi potensi sumber daya laut yang luar biasa. Kondisi ini dimanfaatkan oleh penduduk kabupaten ini untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekaligus menjadi lahan mata pencaharian.

Jumlah Nelayan Menurut Status Pekerjaan
dan Kecamatan di Kabupaten Sabu Raijua, 2016

Kecamatan

Nelayan

Jumlah

Penuh

Sambilan
Utama

Sambilan
Tambahan

01. Raijua
02. Sabu Barat
03. Hawu Mehara
04. Sabu Timur
05. Sabu Liae
06. Sabu Tengah

64
78
42
54
37
32

214
168
 95
152
84
 91

 

73
157
198
206
152
127

351
403
335
412
273
273

Sabu Raijua

307

804

913

2.024

Pada tahun 2016, tercatat ada sebanyak 2.024 nelayan di kabupaten ini yang tersebar di semua kecamatan. 307 orang di antaranya merupakan nelayan penuh yang seluruh waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan/kegiatan penangkapan ikan, 804 orang nelayan sambilan utama yang sebagian besar waktunya digunakan untuk menangkap ikan, dan 913 orang sebagai nelayan sambilan tambahan yang hanya sebagian kecil waktunya yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan. Jumlah nelayan terbanyak terdapat di kecamatan Raijua dan Sabu Barat.

Sebagian besar nelayan di Sabu Raijua masih melakukan penangkapan ikan secara tradisional yang menangkap ikan di laut dangkal (sekitar pesisir) dan menggunakan teknologi dan perahu/kapal yang masih sederhana seperti jukung, perahu tanpa motor dan ketinting sehingga penangkapan ikan khususnya di laut dalam belum optimal dan produksinya juga masih rendah.

Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan Laut
di Kabupaten Sabu Raijua, 2016

 

Jumlah Perahu/Kapal Penangkapan Ikan Laut Menurut Jenis dan Kecamatan di Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2016

NO Kecamatan Jukung Perahu Tanpa Motor Perahu Motor Kapal Motor
Besar Sedang Kecil Ketinting Tempel GT 0,5-5 GT 6-10
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1. Raijua 73 8 55 64 20 2 10 9
2. Sabu barat 195 23 66 36 50 8 12 8
3. Hawu Mehara 85 6 26 48 36 1 4 2
4. Sabu Timur 71 24 99 120 74 2 27 3
5. Sabu Liae 93 4 12 56 16 1 1 0
6. Sabu Tengah 40 5 7 22 24 1 1 2
Jumlah 557 70 265 346 346 15 55 17

 Sumber :  Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua

Hingga tahun 2016, penggunaan perahu dan kapal motor masih sangat rendah. Keadaan ini tidak terlepas dari masih cukup tingginya biaya bahan bakar di kabupaten ini sehingga sebagian besar nelayan masih harus menggunakan perahu tanpa motor.

Total produksi ikan tangkap di tahun 2016 sebanyak 388,88 ton dengan jenis ikan terbanyak adalah ikan terbang dan nipi yang produksinya di atas 60 ton. Pada tahun yang sama, jenis ikan lainnya yang hasilnya masih cukup banyak adalah ikan kakap (43,84 ton), tembang (38,93 ton), selar (26,34 ton) dan lolosi (21,95 ton).

Produksi Beberapa Jenis Ikan
di Kabupaten Sabu Raijua, 2016

Jenis Ikan

Produksi
(Ton)

1. Ikan Terbang

122,93

2. Nipi

88,43

3. Kakap

63,14

4. Tembang

65,81

5. Selar

19,94

6. Lolosi

21,95

7. Layang

18,51

8. Kembung

46,5

9. Peperek

30,18

10. Tongkol

45,36

11. Parang-parang

34,91

12. Belanak

28,78

13. Kerapu

30,88

                            Sumber :  Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua

Rumput Laut

Saat ini rumput laut merupakan salah satu produk laut unggulan di Kabupaten Sabu Raijua. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil rumput laut di kabupaten ini berkembang pesat dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat khususnya yang tinggal di pesisir pantai. Tercatat, pada tahun 2016, terdapat sebanyak 79.654.389 pembudidaya atau 4.425 rumah tangga rumput laut di Kabupaten Sabu Raijua yang tersebar di seluruh kecamatan.

Diperkirakan luas areal potensial untuk budidaya rumput laut 2.364,67 hektar dan saat ini luas areal olahan sekitar 276,74 hektar. Pada tahun 2016, tercatat produksi rumput laut sebanyak 79.654,39 ton. Untuk usaha meningkatkan produksi saat ini petani rumput laut menggunakan system long line dan menggunakan pelampung yang terbuat dari bekas botol minuman mineral.

Jumlah Pembudidaya dan Rumah Tangga Pembudidaya
Rumput Laut Menurut Kecamatan di Kabupaten Sabu Raijua, 2016

                                                        

NO

Kecamatan

Jumlah

Pembudidaya

Produksi Penggunaan (basah)

Keterangan

(antar pulau kering/Kg)

Basah (Kg) Kering (Kg) Bibit Antar Pulau Home   Industri,susut
1. Raijua 1.432 26.120.247 3.265.031 9.142.086 14.366.135,9 2.612.024,7 1.795.766,98
2. Sabu barat 129   2.339.978     292.497     818.992   1.286.987,9     233.997,8     160.873,49
3. Hawu Mehara 987 18.453.489 2.306.696 6.458.721 10.149.419,0 1.845.348,9 1.268.677,37
4. Sabu Timur 909 16.436.922 2.054.615 5.752.923   9.040.307,1 1.643.692,2 1.130.038,39
5. Sabu Liae 697 12.898.418 1.612.302 4.514.446   7.094.129,9 1.289.841,8     886.766,24
6. Sabu Tengah 271   3.405.335     425.667 1.191.867   1.872.934,3     340.533,5     234.116,78
Total 4.425 79.654.389 9.956.799 27.879.036 43.809.914 7.965.439 5.476.239
Ton 79.654,39 9.956.80 27.879,04 43.809,91 7.965,44 5.476,24

Produksi rumput laut tersebut diekspor ke beberapa wilayah di NTT seperti Waingapu, Ndao, Kupang dan bahkan hingga keluar NTT seperti Surabaya dan Sulawesi. Namun, masih ada petani yang kesulitan memasarkan hasil mereka.

Hal ini secara umum disebabkan faktor sulitnya transportasi untuk menjual rumput laut dan harga yang semakin menurun. Keadaan ini menyebabkan petani tersebut lebih memilih menukar rumput laut mereka kepada pedagang (biasanya dari Sulawesi) dengan berbagai barang seperti beras, bahan bangunan, peralatan rumah tangga dan sebagainya.

Garam

Selain penangkapan ikan dan budidaya rumput laut, kegiatan pengumpulan garam laut juga banyak dilakukan penduduk di beberapa wilayah di Kabupaten Sabu Raijua khususnya di Kecamatan Liae.

Pada musim tertentu, air laut ditampung dengan menggunakan karang besar dan daun lontar, kemudian diletakkan di dalam lubang yang digali di sekitar pantai hingga garam terbentuk.

Luas Areal Potensial dan Luas Areal Olahan Garam
Menurut Kecamatan di Kabupaten Sabu Raijua

Kecamatan

Luas Areal
Potensial
(Ha)

Luas Areal
Olahan
(Ha)

01. Sabu Barat

02. Sabu Timur

03. Sabu Liae

25

20

175

0,5

1,5

5,0

Sabu Raijua

220

7,0