Kondisi alam yang kering dan langkanya air di sebagian besar wilayah Sabu Raijua yang disebabkan musim kemarau yang terjadi hampir sepanjang tahun berdampak pada minimnya hasil pertanian seperti padi, palawija dan juga hortikultura di Kabupaten Sabu Raijua. Namun demikian, penduduk setempat terus berusaha untuk menjadikan lahan di kabupaten ini bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian sehingga produksi pertanian dan pendapatan petanipun dapat ditingkatkan.

Beberapa cara diantaranya dengan pembangunan irigasi dan memanfaatkan sumur gali. Selain itu,pemanfaatan lahan kering atau lahan tidur ditingkatkan serta dilakukan penanaman tanaman pangan seperti palawija dan hortikultura pada lahan-lahan yang memiliki sumber daya air sekalipun saat musim kemarausehingga panen dapat dilakukan pada musim kemarau dimana hal seperti ini tidak biasa dilakukan oleh petani di Sabu Raijua.

Pada tahun 2011, tercatat Kabupaten Sabu Raijua memiliki lahan sawah seluas 1.773,6 hektar atau sekitar 4 persen dari total luas wilayahnya. Berdasarkan jenis pengairannya seluas 1.417 hektar atau 80 persen lahan sawah menggunakan pengairan irigasi (irigasi ½ teknis, irigasi sederhana dan irigasi desa/non PU), sedangkan sisanya adalah lahan sawah tadah hujan.

Luas Lahan Sawah di Kabupaten Sabu Raijua
Menurut Jenis Pengairan, 2011 (hektar)

0-holt1.jpg

Beberapa tanaman pangan yang dibudidayakan di Sabu Raijua adalah padi,jagung, kacang tanah, kacang hijau, sorgum dan ubi kayu. Jagung dan kacang hijau merupakan tanaman pangan dengan produksi tertinggi khususnya di tahun 2011. Jagung dengan luas panen 1.423 hektar menghasilkan 3.516 ton, sedangkan produksi kacang hijau sebesar 3.010 ton dari 3.010 luas panen. Tanaman padi biasanya ditanam di tempat yang mendapatkan aliran air dari irigasi atau lahan yang dekat dengan aliran sungai.Tercatat, di tahun 2011, produksi padi sawah sebanyak 1.738 ton dari 597 hektar luas panen dan 410 ton padi ladang dari 147 hektar luas panen.

Luas Areal Potensial, Luas Panen dan Produksi
Beberapa Jenis Tanaman Pangan di Kabupaten Sabu Raijua, 2011

JenisTanamanPangan

LuasAreal
Potensial(Ha)

LuasPanen
(Ha)

Produksi
(Ton)

1. Padi

1.449

744

2.148

2. Jagung

3.461

1.423

3.516

3. Kacang Tanah

3.200

698

1.396

4. Kacang Hijau

5.348

3.010

3.010

5. Sorgum

1.494

410

351

6. Ubi Kayu

140

59

417

Tanaman padi.

Komoditi padi/beras merupakan tulang punggung pembangunan sub sektor tanaman pangan, karena beras merupakan makanan pokok penduduk, sehingga padi mempunyai nilai yang sangat strategis yang selain menjadi makanan pokok, juga dijual guna memenuhi kebutuhan penduduk akan barang dan jasa lainnya. Pada tahun 2011, jumlah penduduk Kabupaten Sabu Raijua hasil proyeksi penduduk mencapai 74.403 jiwa. Apabila kemampuan produksi beras domestik tidak dapat mengikuti peningkatan akan bahan pangan, maka pada waktu yang akan datang Kabupaten Sabu Raijua akan semakin bergantung pada impor yang berarti ketahanan pangan akan semakin rentan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tantangan utama dalam meningkatkan produktivitas melalui pendekatan teknologi, berupa penggunaan varietas unggul spesifik daerah, perbaikan budidaya (teknologi olah tanah, pengaturan jarak tanam), penggunaan pupuk dan insektisida sesuai kebutuhan.  Produktivitas padi tahun 2011 di Sabu Raijua meningkat sebesar 43,86 persen dibandingkan tahun 2010 yaitu dari 19,95 kw/ha pada tahun 2010 menjadi 28,7 Kw/Ha pada tahun 2011.

Peningkatan produktivitas ini tidak dibarengi dengan peningkatan produksi padi. Total produksi padi pada tahun 2011 hanya 2.140,8 ton menurun sekitar 9,78 persen dibandingkan dengan tahun 2010 yang mencapai 2.373 ton. Penurunan ini disebabkan berkurangnya luas panen padi dari 1.189 ha pada tahun 2010 menjadi hanya 743,8 ha pada tahun 2011.

Palawija

Jagung adalah tanaman palawija golongan serealia (biji-bijian) yang mengandung berbagai macam vitamin antara lain vitamin A, C, B2, B5. Pada umumnya, jagung digunakan untuk makanan penduduk dan ternak dan bahan baku industri. Dengan demikian jagung memiliki peranan penting dalam menunjang ketahanan pangan sebagai pangan pengganti beras. Produksi jagung pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 2.815,8 ton pipilan kering atau meningkat 395,14 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2010 yang hanya sebesar 712,6 ton. Peningkatan jumlah produksi jauh lebih besar dibandingkan dengan peningkatan luas panen. Luas panen jagung pada tahun 2011 adalah 1.423,4 ha meningkat sekitar 33,90 persen dari luas panen tahun 2010 yang mencapai 1.063 ha. Artinya produktivitas jagung pada tahun 2011 meningkat drastis dibandingkan tahun 2010, yaitu 6,7 kw/ha pada tahun 2010 menjadi 24,7kw/ha pada tahun 2011.

Ubikayu

Ubi Kayu adalah tanaman palawija golongan umbi-umbian yang selain menjadi makanan pengganti makanan pokok penduduk yang dapat dikonsumsi berupa ubi kayu segar, gaplek,tapioka dan tepung ubi kayu, juga dapat dijadikan sebagai bahan baku industri. Oleh karena itu ubi kayu dapat dijadikan komoditi andalan karena kegunaannya yang beraneka ragam sehingga mudah meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Produksi ubi kayu tahun 2011 sebesar 416,9 ton umbi basah atau meningkat sebesar 286,02 persen dari produksi tahun 2010 yaitu sebesar 108 ton. Peningkatan produksi ini diikuti oleh peningkatan luas panen sebesar 119,26 yaitu dari 27 ha pada tahun 2010 menjadi 59,2 Ha pada tahun 2011. Rata-rata produksi per ha juga meningkat dari 4 kw/ha tahun 2010 menjadi 70,4 kw/ha tahun 2011. Peningkatan produksi ubi kayu didorong oleh meningkatnya permintaan akan komoditi ubi kayu setelah terbentuknya Kabupaten Sabu Raijua.

Ubi jalar

Ubi Jalar adalah tanaman palawija yang termasuk golongan umbi-umbian. Ubi jalar mempunyai berbagai keunggulan antara lain mudah diberdayakan, cepat menghasilkan, bergizi tinggi, selain itu ubi jalar juga dapat dapat dijadikan bahan baku industri. pada tahun 2008, total produksi 4.670 ton. Meskipun manfaat ubi jalar yang begitu beragam dan penting, namun data produksi ubi jalar tahun 2010 dan 2011 tidak tersedia lagi.

Kacang Tanah

Kacang tanah adalah sejenis bahan makanan yang mengandung banyak lemak nabati dan memiliki nutrisi yang tinggi yang baik untuk kesehatan, selian itu terdapat berbagai macam vitamin seperti vitamin A, vitamin B, vitamin E, dan vitamin K serta omega 3 dan omega 9 serta bahan nutrisi penting lainnya yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Oleh karena itu kacang tanah sangat strategis karena selain dikonsumsi, juga dapat dijadikan bahan baku industri sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan perbaikan gizi penduduk. Meskipun demikian produksi, luas panen dan produktivitas kacang tanah tahun 2011 terlihat menurun masing- masing sebesar 22,23 persen 1,69 persen dan 20,89 persen dari keadaan tahun 2010.

Selain padi dan palawija, tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh masyarakat Sabu Raijua adalah bawang merah, sawi, kacang panjang, pisang, mangga dan tanaman hortikultura lainnya. Hingga tahun 2011, produksi tanaman hortikultura tersebut masih cukup rendah. Sesuai dengan alamnya yang kering, bawang merah merupakan tanaman hortikultura dengan produksi tertinggi. Tahun 2011, tercatat produksinya sebanyak 10 kuintal, disusul kemudian dengan pisang dengan jumlah produksi 9,1 kwintal. Sebagian besar hasil tanaman hortikultura dikonsumsi sendiri oleh para petani dan hanya sebagian
kecil yang dijual secara eceran.

Produksi Beberapa Tanaman Hortikultura
di Kabupaten Sabu Raijua, 2011

JenisTanamanHortikulura

Produksi
(Kuintal)

1. Bawang Merah

10,60

2. Sawi

2,51

3. Kacang Panjang

2,81

4. Tomat

3,31

5. Kangkung

2,92

6. Pisang

9,1

7. Mangga

4,9

8. Pepaya

16

9. Nangka

2,8

Usaha peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura menjadi tantangan besar bagi pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan berbagai usaha tentunya akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Untuk itu, diharapkan juga peranan para peneliti pertanian untuk membantu masyarakat dalam menggunakan teknologi yang tepat dan sesuai dengan kondisi alam Sabu Raijua.