Gua Liemadira

Gua Liemadira (Gua peninggalan sejarah), yang terletak di Daieko, Kec. Mesara. Jarak dari kota pelabuhan Seba ± 9 Km. penjangnya hampir 1 km, dan memiliki daya tarik dimana di dalamnya terdapat barang-barang pusaka yang telah manjadi fosil seperti sepasang maja, kursi dan tambur. Memiliki sumber air yang lebh besar serta telah terpasangnya Stalatit dan Stalakmit.

Benteng Ege

Benteng Ege (peninggalan Inggris), terletak di Kec. Liae ± 25 km dari kota pelabuhan Seba, atau 3 km dari kota Kec. Liae. Merupakan tempat dilakukannya berbagi ritual adat seperti Tarian Kuda dan Pedo’a.

Sumur Maja

Sumur Maja (peninggalan sejarah) sumur peninggalan majapahit, bertempat di Pulau Raijua

Namata

Namata, bertempat di Seba. Memiliki batu batuan Megalitik

Kepala Maja

Kepala Maja, terdapat di Kec.Liae

Megalitik (tugu batu prasejarah)

Banyak yang percaya bahwa batu-batu besar yang dapat ditemukan di tempat-tempat ritual di Sabu pada jaman dahulu muncul dari kekuatan sihir dan hanya dalam waktu satu malam. Akan tetapi, berdasarkan ahli geologi Ron Harris yang telah beberapa kali mengunjungi Sabu, bahwa batu-batu tersebut terbentuk dengan alami. Ron juga mengatakan bahwa Sabu memiliki hal yang menarik dan menantang bagi para ahli geologi. Berikut teks mengenai asal megalitik di Sabu yang diberikan secara sukarela oleh profesor Ron Harris:

"Batu-batu ini merupakan sebuah pengerasan atau konkresi yang berbentuk elips. Konkresi ini terdiri dari batu pasir. Batu pasir terbentuk ketika butiran pasir tersementasi bersamaan karena adanya cairan yang membawa butiran-butiran tersebut menjadi satu. Begitu seterusnya hingga ketika satu sementasi terbentuk dan mengeras, maka sementasi lainnya akan terbentuk lagi dan menumpuk sehingga membentuk lapisan-lapisan dalam satu buah batu. Inilah yang terjadi 250 juta tahun yang lalu pada lapisan batupasir di Sabu yang mengeras. Lapisan-lapisan yang mengeras ini sebenarnya bagian dari pinggiran tepi benua Australia. Benturan yang terjadi antara tepi benua Australia dengan tepi benua Asia selama 2 juta tahun belakangan menaikkan batuan pasir dari kedalaman ratusan kilometer keatas permukaan. Benturan ini terjadi terus menerus sehingga menjadi sumber terjadinya gempa bumi di belahan bumi."

Megalitik di Sabu merupakan keajaiban alam dan dianggap keramat. Batu tersebut tidak diukir, tanpa tulisan dan bukan tempat pemakaman. Batuan ini dibawa ke tempat ritual dan digunakan sebagai penanda fisik dan waktu. Sebuah batu bisa dipakai sebagai pengingat seorang leluhur tertentu, atau seorang pendiri suku, atau tugas Mone Ama. Di arena ritual utama, Namata, di wilayah Seba, setiap anggota Mone Ama, berkuasa atas satu atau beberapa batu keramat. Daging dari hewan kurban biasanya ditempatkan di atas batu tersebut ketika berdoa, dan seorang Mone Ama diperbolehkan duduk di atas batunya ketika terhubung dengan para leluhur.