Hingga tahun 2011, bangunan tempat tinggal di Kabupaten Sabu Raijua masih didominasi bangunan yang termasuk dalam kategori darurat yakni mencapai 78,43 persen dari total bangunan tempat tinggal yang ada. Secara umum, bangunan jenis ini mempunyai lantai tanah, dinding dari pelepah pohon lontar dan atap daun lontar atau alang-alang. Di tahun yang sama, terdapat 13,22 persen rumah semi permanen yang biasanya telah berlantai semen, dinding setengah tembok dan beratap seng. Sementara itu, sebanyak 8,34 persen bangunan tempat tinggal di kabupaten ini telah termasuk dalam kategori permanen dimana lantainya terbuat dari semen, berdinding tembok dan beratap seng.

Jumlah Bangunan Tempat Tinggal
di Kabupaten Sabu Raijua Menurut Jenisnya, 2011

No.

Kecamatan

JenisBangunan

Total

Permanen

Semi
Permanen

Darurat

1.

Raijua

246

544

1.629

2.419

2.

Sabu Barat

657

1.171

4.808

6.636

3.

Hawu Mehara

215

303

3.742

4.260

4.

Sabu Timur

283

359

1.382

2.024

5.

Sabu Liae

101

96

2.285

2.482

6.

Sabu Tengah

130

114

1.497

1.741

Total

1.632

2.587

15.343

19.562

Sumber: Kecamatan Dalam Angka, 2012 Masing-masing Kecamatan

Persentase Rumah Tangga Menurut Jenis Atap Terluas
di Kabupaten Sabu Raijua, 2011

Jenis Atap

Presentase

Beton/Concrete

0

Kayu/Wood

0

Genteng/Roof-tile

2,13

Seng/Asbes/Zinc/Asbestos

17,6

Ijuk/Palm fiber

0,28

Lainnya/Any other

79,99

Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2011

Persentase Rumah Tangga
Menurut Sumber Penerangan Utama, 2011

peruma1.jpg

Pelita merupakan masih sumber penerangan utama di Kabupaten Sabu Raijua. Hasil Susenas 2011 menunjukkan sebanyak 72,37 persen rumah tangga menggunakan pelita sebagai sumber penerangan utama. Sementara listrik (PLN dan Non PLN) digunakan oleh 21,86 persen rumah tangga. Hingga tahun 2011, terdapat 2 (dua) ranting PLN di Kabupaten Sabu Raijua yang terdapat di kecamatan Sabu Barat dan Sabu Timur.

Pada tahun yang sama, jumlah listrik yang terjual sebanyak 1.841.605 KWH pada 1.916 pelanggan. Dengan demikian rata- rata konsumsi listrik per pelanggan adalah sebesar 80 KWH per bulan. Salah satu tantangan di kabupaten muda ini adalah ketersediaan sumber air bersih dan sehat yang masih sangat terbatas. Untuk minum, pada tahun 2011, sebanyak 88,91 persen rumah tangga menggunakan air yang bersumber dari sumur sebagai air minum dan 8,24 persen menggunakan air dari mata air. Sementara air leding yang biasanya dikelola oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) yang secara umum telah memenuhi standard kesehatan sangat terbatas ketersediaannya.