Keuangan Daerah

Sejak resmi terbentuk, realisasi pendapatan dan belanja pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengalami peningkatan yang sangat signfikan. Pada tahun 2009, pendapatan daerah ini tercatat hanya 10,16 milyar rupiah. Namun demikian di tahun berikutnya (2010) meningkat menjadi 120,22 milyar rupiah atau bertambah lebih dari 110 milyar rupiah. Angka tersebut terus meningkat menjadi 289,33 milyar di tahun 2011 atau meningkat sekitar 141 persen dari tahun 2010.

Realisasi Pendapatan dan Belanja Pemerintah
Kabupaten Sabu Raijua, 2009-2011 (Milyar Rupiah)

pereko5.jpg

Sumbangan terbesar pada pendapatan pemerintah tahun 2011 masih bersumber dari Dana Perimbangan khususnya dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Total kontribusi Dana Perimbangan pada pendapatan pemerintah Kabupaten Sabu Raijua tahun 2011 mencapai 91 persen. Sementara itu, peranan Pendapatan Asli Daerah masih belum sigfinikan yakni hanya sekitar 2 persen.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, belanja pemerintah juga terus meningkat. Tercatat belanja tahun 2009 hanya sebesar 4,65 milyar rupiah dan kemudian bertambah sekitar 99 milyar rupiah di tahun 2010. Pada tahun 2011, realisasi belanja kabupaten muda ini mencapai 200,64 milyar rupiah atau meningkat sekitar 102 persen dari tahun 2010. Dari total belanja selama tahun 2011 tersebut, sekitar 59 persen termasuk dalam jenis belanja langsung yang penggunaan utama untuk belanja modal dan belanja barang dan jasa.

Tinjauan Ekonomi


Meskipun baru berdiri selama sekitar tiga tahun, sudah terlihat respon pasar terhadap berbagai perubahan yang terjadi di Sabu Raijua. Keberadaan pemerintahan yang baru saja terbentuk berdampak pada bertambahnya penduduk yang masuk ke Sabu Raijua yang berarti semakin meningkatnya kebutuhan dan permintaan akan produksi yang dihasilkan sektor-sektor ekonomi di kabupaten ini. Permintaan tersebut dengan sendirinya direspon oleh pasar dengan berusaha menyediakan atau menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan. Kondisi ini tergambar dalam peningkatan nilai tambah bruto sektor-sektor ekonomi.

PDRB Kabupaten Sabu Raijua Atas Dasar Harga Berlaku
dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2009-2011 (Juta Rupiah)

Tahun

AtasDasar Harga Berlaku

Atas Dasar Harga Konstan 2000

2009

276.422

136.284

2010

326.454

147.077

2011

391.549

160.033

Pada tahun 2011, estimasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku kabupaten ini mencapai 391,55 milyar rupiah atau meningkat 19,94 persen dari tahun 2010 dan 41,65 persen dari tahun 2009. Sementara itu, nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan mencapai 160,03 milyar rupiah di tahun 2011 atau meningkat 8,81 persen dari tahun 2010 dan 17,43 persen dari tahun 2009. Berbeda dengan PDRB berlaku yang dipengaruhi oleh perubahan produksi dan harga, PDRB Atas Dasar Harga Konstan hanya dipengaruhi perubahan produksi.

Sektor yang paling berperan dalam pembentukan nilai PDRB di kabupaten ini adalah sektor pertanian dengan kontribusi di tahun 2011 sebesar 43,10 persen. Di urutan kedua adalah sektor jasa-jasa khususnya sub sektor jasa pemerintahan umum dengan total kontribusi sebesar 24,99 persen dan yang ketiga adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 17,69 persen.

Dibanding tahun 2009, struktur perekonomian Sabu Raijua di tahun 2010 dan 2011 sedikit mengalami perubahan. Sektor jasa-jasa yang pada tahun 2009 berada pada urutan ketiga pada pembentukan PDRB Kabupaten Sabu Raijua, di tahun 2010 dan 2011 berada pada urutan kedua atau menggeser sektor perdagangan, hotel dan restoran yang semula di urutan kedua. Hal ini disebabkan adanya penambahan jumlah pegawai negeri daerah untuk memenuhi kebutuhan akan aparat pemerintahan di kabupaten yang baru terbentuk ini.

Penambahan pegawai yang jumlahnya cukup signifikan membuat nilai tambah sektor jasa-jasa di dua tahun tersebut juga meningkat. Selain itu, peningkatan nilai tambah sektor jasa- jasa juga menyebabkan semakin menurunnya peranan sektor pertanian yang selama ini masih merupakan sektor unggulan di kabupaten ini. Pada tahun 2009, nilai tambah dari sektor pertanian masih berperan di atas 50 persen, sementara di tahun 2010 dan 2011 menjadi di bawah 50 persen. Hampir sama dengan sektor jasa-jasa, sektor bangunan dan sektor pengangkutan dan komunikasi juga mengalami peningkatan nilai tambah dan peranan terhadap

total nilai PDRB Sabu Raijua khususnya dalam tiga tahun terakhir. Pembangunan fisik seperti jalan dan dermaga telah menyumbangkan nilai tambah pada perekonomian kabupaten ini. Di sektor pengangkutan, peningkatan arus kunjungan dan penumpang kapal dan pesawat udara terjadi cukup signifikan pada tiga tahun terakhir sehingga membuat nilai tambahnya juga meningkat cukup tinggi di tahun tersebut.

PDRB Kabupaten Sabu Raijua Atas Dasar Harga Berlaku
dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2009-2011 (Juta Rupiah)

pereko6.jpg


Sementara itu pertumbuhan ekonomi yang digambarkan dari pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan dalam dua tahun terakhir cukup tinggi. Pada tahun 2011, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sabu Raijua mencapai 8,81 persen. Pertumbuhan ini lebih cepat dibanding tahun 2010 dan 2009 yang masing-masing sebesar 7,92 persen dan 5,73 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sabu Raijua
2009-2011 (Persen)

pereko7.jpg

Fenomena pertumbuhan ekonomi yang melaju cukup cepat tersebut sering terjadi pada wilayah yang sedang dalam tahap awal pembangunan hingga pada suatu saat mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil. Munculnya aktifitas-aktifitas perekonomian baru di Kabupaten Sabu Raijua, pertambahan jumlah penduduk dan lain sebagainya menyebabkan produksi sektor-sektor ekonomi mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan keadaannya sebelum menjadi kabupaten mandiri.

Pertumbuhan sebesar 8,81 persen yang dicapai pada tahun 2011 dipengaruhi oleh pertumbuhan nilai tambah yang disumbangkan oleh beberapa sektor ekonomi, diantaranya sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor bangunan, sektor pertanian dan sektor transportasi dan komunikasi. Namun demikian, andil sektor jasa-jasa terhadap total laju pertumbuhan merupakan yang tertinggi yakni 2,21 persen.

Hal ini disebabkan peranannya yang masih signifikan terhadap pembentukan nilai PDRB Sabu Raijua, disertai pertumbuhannya yang juga cukup tinggi. Sektor perdagangan, hotel dan restoran yang pada struktur ekonomi Kabupaten Sabu Raijua Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2011 merupakan penyumbang terbesar ketiga, memberi andil sebesar 1,91 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten ini di tahun yang sama atau merupakan penyumbang kedua terbesar setelah sektor jasa-jasa. Selanjutnya sektor bangunan yang tumbuh 31,55 persen di tahun 2011, berperan sebesar 1,55 persen pada pertumbuhan ekonomi. Di urutan keempat, sektor pertanian yang merupakan penyumbang tertinggi pada pembentukan nilai PDRB berkontribusi sebesar 1,51 persen pada pertumbuhan ekonomi kabupaten Sabu Raijua tahun 2011.

Sementara itu, sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh cukup cepat yakni 31,15 persen di tahun 2011, memberi peranan sebesar 1,11 persen pada total pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sabu Raijua.

Kontribusi, Pertumbuhan dan Share Sektor-sektor Ekonomi Terhadap
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sabu Raijua  2011

Sektor-sektor Ekonomi

Kontribusi
Terhadap
PDRB ADHK*)
2010

Pertumbuhan
2011

Share
Terhadap
Pertumbuhan
Ekonomi
2011

Pertanian

55,91

2,70

1,51

Pertambangan dan Penggalian

0,54

6,73

0,04

Industri Pengolahan

2,43

9,46

0,23

Listrik dan Air Bersih

0,11

6,02

0,01

Bangunan

4,92

31,55

1,55

Perdagangan, Hotel dan Restoran

18,07

10,58

1,91

Angkutan dan Komunikasi

3,56

31,15

1,11

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

1,71

13,99

0,24

Jasa-jasa

12,74

17,38

2,21

PDRB

100,00

8,81

8,81

Jika nilai PDRB dibagi dengan jumlah penduduk maka diperoleh PDRB perkapita yang secara makro dapat menggambarkan tingkat kemakmuran suatu wilayah dibanding wilayah lainnya. Seiring perkembangan ekonomi, dari tahun ke tahun nilai PDRB perkapita di Sabu Raijua mengalami peningkatan. Tahun 2011, aktifitas ekonomi di kabupaten ini menghasilkan nilai PDRB perkapita sebesar 5,26 juta rupiah atau meningkat 17,61 persen dari tahun 2010 dan 25,49 persen jika dibanding tahun 2009.

PDRB Perkapita Kabupaten Sabu Raijua,
2009-2011 (Juta Rupiah)

pereko8.jpg

Distribusi PDRB Kabupaten Sabu Raijua
Menurut Kelompok Sektor, 2009-2011 (persen)

pereko9.jpg

Selama tiga tahun terakhir telah terjadi perubahan persentase distribusi PDRB Kabupaten Sabu Raijua menurut tiga kelompok sektor yang ada. Hingga tahun 2010, dominasi kelompok sektor primer masih di atas 50 persen, namun di tahun 2011 turun menjadi 43,43 persen. Sebaliknya, kelompok sektor tersier terus mengalami peningkatan peranan terhadap pembentukan nilai PDRB Sabu Raijua.

Tahun 2009, kontribusi kelompok sektor tersier masih 35,46 persen, namun terus meningkat menjadi 48,43 persen, sehingga mengubah struktur PDRB Sabu Raijua menurut kelompok sektor. Kondisi ini secara umum menunjukkan dalam tiga tahun terakhir aktifitas perekonomian masyarakat khususnya di sektor-sektor penyediaan jasa mengalami peningkatan yang cukup nyata. Sementara itu, kontribusi kelompok sektor sekunder selama tiga tahun terakhir juga terus meningkat, meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan. Tahun 2009, kontribusinya 7,21 persen dan meningkat menjadi 8,14 persen di tahun 2011.