Angkutan Darat

Jalan merupakan salahsatu sarana fisik yang berperan sangat penting dalam pembangunan atau kemajuan suatu wilayah. Di Kabupaten Sabu Raijua sendiri, total panjang jalan hingga tahun 2011 adalah 169,12 km yang terdiri atas jalan provinsi sepanjang 45 km dan jalan kabupaten 124,12 km. Menurut jenis permukaannya, sepanjang 131,60 km merupakan jalan aspal, 23,37 km jalan kerikil dan 14,15 km masih berupa jalan tanah.

Berdasarkan kondisinya, sepanjang 44,90 km atau 26,55 persen jalan di kabupaten ini dalam kondisi baik, sepanjang 40,63 km termasuk dalam kategori sedang, 74,24 km rusak dan 9,35 km dalam keadaan rusak berat. Mengingat jalan merupakan salah satu sarana penting dalam pembangunan suatu wilayah, maka peningkatan kualitas jalan terus diusahakan oleh pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.

Realisasinya terlihat dari peningkatan kualitas jalan di tahun 2011 dibanding tahun 2010 dimana panjang jalan yang dalam kondisi baik bertambah sepanjang 13 km. Kondisi jalan ini akan terus dibenahi untuk lebih mempermudah akses masyarakat antar daerah di Kabupaten Sabu Raijua dan khususnya memperlancar aktifitas perekonomian sehingga pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Sabu Raijua semakin meningkat secara merata.


Panjang Jalan di Kabupaten Sabu Raijua
Menurut Kondisinya, 2010-2011 (Km)

transp3.jpg

Salah satu dampak positif pemekaran wilayah di Kabupaten Sabu Raijua terlihat dari semakin menggeliatnya aktifitas transportasi masyarakat yang didukung semakin ditingkatkannya infrastruktur jalan di kabupaten ini. Tercatat selama tahun 2011, terdapat 234 kendaraan wajib uji yang terdiri dari 19 kendaraan jenis bis mini, 1 bis midi, 113 truk, 59 truk mini dan 42 pick up. Sementara tahun 2010, terdapat 119 kendaraan dan bahkan di tahun 2009 baru ada 63 kendaraan saja di kabupaten ini. Penambahan kendaraan jenis truk terlihat sangat signifikan, hal ini salah satunya disebabkan oleh adanya kegiatan-kegiatan proyek pembangunan infrastruktur.

Perkembangan Jumlah Kendaraan
Wajib Uji di Kabupaten Sabu Raijua, 2009-2011 (Unit)

JenisKendaraan

2011

2010

2009

Bis Mini

19

13

13

Bis Midi

1

1

1

Truk

113

66

23

Truk Mini

59

27

18

Pick Up

42

12

8

Jumlah

234

119

63

.

Infrastruktur Perhubungan Laut

Letak Kabupaten Sabu Raijua yang dikelilingi oleh Laut Sabu dan Samudera Hindia menjadikan transportasi laut sebagai moda transportasi utama bagi masyarakat dari Sabu ke kabupaten lain dan bahkan antar kabupaten Sabu sendiri khususnya dari pulau Sabu Besar ke pulau Raijua. Terdapat 3 (tiga) pelabuhan di kabupaten ini yakni Pelabuhan Seba di Kecamatan Sabu Barat, Pelabuhan Biu di kecamatan Sabu Timur dan Pelabuhan Namo di Kecamatan Raijua.

Fasilitas utama yang disediakan di setiap pelabuhan, selain dermaga terdapat juga gudang dan lapangan penumpukan. Terminal penumpang terdapat di dua pelabuhan yakni pelabuhan Seba dan pelabuhan Biu. Hingga tahun 2011, pelabuhan Seba dan pelabuhan Namo hanya dapat disinggahi oleh kapal perintis dan kapal ASDP. Sedangkan pelabuhan Biu telah dapat disinggahi kapal penumpang milik PT Pelni yakni KM. Awu dengan jadwal kunjungan sebanyak 1 kali dalam dua minggu. Kapal atau angkutan penyeberangan tersebut berasal tidak hanya dari Sabu Raijua atau wilayah lain di NTT, namun ada juga yang berasal dari luar NTT seperti Jawa dan Sulawesi.


Fasilitas Pelabuhan Laut di Kabupaten Sabu Raijua,
2011

transp4.jpg

Selama tahun 2011, terdapat sekitar 60 kapal yang singgah di Sabu Raijua dengan rata-rata kunjungan sebanyak 31 kapal setiap bulannya. Kapal yang termasuk dalam pelayaran umum dan perintis secara umum digunakan sebagai angkutan penumpang dan sebagian barang. Sementara pelayaran khusus dan rakyat dikhususkan untuk angkutan barang dari dan keluar Sabu Raijua. Beberapa barang yang diangkut keluar dari Sabu Raijua kebanyakan berupa rumput laut, gula air dan ternak seperti kerbau dan kambing. Sedangkan yang masuk ke Sabu Raijua diantaranya BBM, beras, semen, pupuk dan GC (General Container) yang memuat barang-barang seperti barang-barang pecah belah, kursi, kasur, dan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya.

Suasana Pelabuhan ketika Kapal Feri Merapat di dermaga

Infrastruktur Perhubungan Udara

Tahun 2011, terdapat dua perusahaan penerbangan yang melayani jalur Sabu-Kupang (pulang-pergi) yakni Susi Air dan Merpati. Meski harganya masih cukup mahal, namun moda transportasi udara ini semakin banyak diminati. Pemerintah juga bekerjasama dengan salah satu perusahaan penerbangan tersebut dengan menyediakan subsidi beberapa tempat duduk pada setiap penerbangan dari dan menuju Sabu Raijua.

Perkembangan Arus Kunjungan
Pesawat dan Penumpang di Kabupaten Sabu Raijua, 2009-2011

Tahun

Pesawat

Penumpang

Datang

Berangkat

2011

835

9017

9320

2010

346

4748

4916

2009

103

1960

1866

Selama tiga tahun terakhir, arus kunjungan pesawat dan penumpang terus meningkat dari dan ke Sabu Raijua, bahkan di tahun 2011, terlihat peningkatan yang sangat signifikan. Dibanding tahun 2010 saja, jumlah pesawat yang berkunjung di tahun 2011 meningkat 141 persen dan jumlah pengunjung bertambah sekitar 89 persen. Peningkatan ini tidak terlepas dari semakin maraknya aktifitas perekonomian dan juga pemerintahan di Sabu Raijua serta menunjukkan semakin terbukanya eterisolasian Sabu Raijua dari daerah lainnya.