UPACARA ADAT PEHERE JARA BERDAMPAK GANDA BAGI MASYARAKAT. (Dampak budaya, hiburan dan dampak secara ekonomi) Featured

Pelaksanaan upacara adat Pehere jara diwilayah adat Habba Kecamatan Sabu Barat berlangsung secara meriah di Dararae Bo’do senin 26 Februaeri 2018, Upacara adat pehere jara tersebut dihadiri warga masyarakat dari seluruh pelosok Desa di Kecamatan Sabu Barat, bahkan dari warga masyarakat Desa –Desa lainnya di Kabupaten Sabu Raijua, karena kegiatan ini hanya berlangsung sekali dalam setahun. Masyarakat yang datang lengkap dengan pakian adat dan kuda hias yang dibawah masuk dalam arena adalah kuda yang telah dipersiapkan secara baik oleh pemiliknya.

Domi Dira Tome dan Jhoni Baki sebagai pemangku adat ketika ditanya tentang asal mula terjadi dan dilaksanakannya Upacara adat Pehere jara diwilayah adat Habba mengatakan bahwa pada masa lampau pernah terjadi serangan hama belalang pada tanaman padi milik masyarakat sehngga pada waktu itu para tokoh adat membuat ritual yang dimulai dengan pemukulan kaki masyarakat secara bergantian yang berlangsung selama 4 hari empat malam dimana pemukulan kaki itu identik dengan pemukulan dan mematahkan kaki belalang yang serang padi masyarakt, dan hari berikutnya diikuti dengan pehere jara yang dalam arti adatnya bahwa dengan peherejara yang dilakukan itu adalah mematahkan dan menginjak kaki belalang dengan kaki kuda. Dampak ekonomi dalam upacara adat yang dilakukan ini menurut Domi Dira Tome bahwa kehadiran masyarakat di lokasi atau arena adat ini selain mendapat hiburan, masyarakat juga membawa barang- barang dagangan mereka sehingga berdampak ganda terhadap masyarakat umumnya selain mendapat hiburan juga terjadi perputaran roda ekonomi masyarakat.

Last modified on Monday, 23 April 2018 00:30

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.