HILANGKAN BUDAYA 3 NGO DAN BANGKITKAN SEMANGAT 3T Featured

Sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), pegawai harus memiliki pemahaman bahwa masyarakat adalah Tuan dan ASN adalah pelayan oleh karena itu pegawai harus siap dikoreksi apabila memiliki kesalahan dan tidak boleh menjadi sombong dan arogan. Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, ASN harus memiliki sikap rendah hati dan pikiran cerdas. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Sabu Raijua Drs. Yulius Uly M.Si saat memberikan sepatah kata dua pada acara bersama perpisahan bersama Sekda Sabu Raijua senin 31 juli 2017 di aula kantor bupati sabu raijua.

Selanjutnya dalam memberikan pelayanan, pegawai tidak hanya sekedar melayani tetapi harus prima, dan mampu menjadi ASN yang profesional yang memiliki motifasi untuk berprestasi serta tidak puas dengan apa yang ada. Dalam pelaksanaan tugas pun ASN harus memiliki dedikasi, loyalitas dan disiplin. Tanamkan komitmen dalam diri untuk bekerja melayani masyarakat. Hilangkan kebiasaan buruk budaya NGO : ngopi, ngobrol, dan ngoran dengan 3T, tanam kaki, tanam pantat dan tikam kepala.

Jabatan Sekda adalah kepercayaan yang diberikan pimpinan atas restu Tuhan, semua tugas selama masa pengabdian dapat diselesaikan karena kerjasama semua pihak baik pemda maupun vertikal, karena itu atas nama pribadi dan keluarga Sekda meminta maaf untuk semua kekurangan yang tidak berkenan di hati para pegawai dan masyarakat selama 36 tahun 4 bulan masa pengabdian sebagai ASN.

Di tempat yang sama Plt. bupati Sabu Raijua Drs Nikodemus N. Rihi Heke M.Si mengatakan acara yang dilaksanakan hari ini merupakan moment refleksi, memberikan contoh dan petunjuk bagi semua ASN demi pelayanan kepada masyarakat. Semua ASN butuh kesadaran untuk menghilangkan budaya NGO serta membangkitkan semangat dalam diri.

Last modified on Saturday, 05 August 2017 01:48

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.