SABU RAIJUA : PEMBANGUNAN EMBUNG SERBAGUNA TERBESAR LARI LEO KITU DI LOBORUI, LIAE Featured

Dalam rangka peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat dalam pelbagai dimensi kehidupan maka Pemda Sabu Raijua terus melakukan upaya pembangunan embung-embung di seluruh Desa. Peletakan batu pertama embung serbaguna Lari Leo Kitu yang berkoordinat di Ma Worena dilakukan oleh Plt. Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus N. Rihi, M.Si Senin, 12 Juni 2017 di Lari Leo Kitu, Desa Loborui Kecamatan Sabu Liae.

            Dalam sambutannya pada peletekan batu pertama tersebut Plt Bupati mengatakan Peletakan batu pertama bukan sekedar seremonial belaka tetapi dalam rangka melakukan pekerjaan dengan benar sesuai dengan aturan yang ada. Lanjutnya seluruh masyarakat harus memberikan dukungan sepenuhnya sampai selesainya embung dikerjakan. Lanjutnya pula,dengan kondisi curah hujan Sabu Raijua yang pendek dan bersifat sporadis dan tidak merata maka embung- embung sangat diperlukan sebagai wadah penampungan air hujan yang tepat untuk digunakan pada sektor pertanian demi menjaga ketahanan pangan di Sabu Raijua.

            Iapun memberi gambaran bahwa penduduk Sabu Raijua yang berjumlah 105 ribu jiwa ini membutuhkan pangan 15 ton per tahunnya atau kebutuhan luasan lahan tanam sekitar 315 Ha yang artinya di setiap Desa/ kelurahan dibutuhkan 48 Ha kemudian sebaran ke setiap dusun membutuhkan 3 Ha luasan lahan. Menurutnya lagi, Sabu Raijua tidak kurang pangan jika hanya untuk kebutuhan makannya saja tetapi Sabu Raijua juga butuh pangan yang lebih.Selain membutuhkan pangan, manusia juga membutuhkan ketenangan dan keamanan. Karenanya Plt menghimbau agar masyarakatmemelihara hidup rukun dan damai serta menjadi polisi bagi diri sendiri. Akhiri sambutannya kembali ia memberikan motivasi dan optimismenya bahwa Liae akan menjadi daerah yang makmur.

            Sementara dari Balai Wilayah sungai Nusa Tenggara II melalui Koordinator Teknis Pembangunan Bendungan dan Embung Leonardus Lipung, ST dalam laporannya menyampaikan bahwa embung Lari Leo Kitu secara teknis memiliki ukuran panjang tanggul 185 m, lebar 114 m, kedalaman 15 m dan volume tampungan 230 meter kubik dan panjang panjang genangan 150 m. Menyangkut anggaran, lanjut Leonardus,untuk pelaksanaan fisik sebesar Rp 13. 021. 993.000, pelaksanaan pengawasan Rp 539.495.000. Sehingga total anggaran menjadi 13, 6 M. Kontraktor pelaksanaan dari PT. Terisos Abadi dan sumber dana berasal dari konsorsium atau gabungan dari beberapa bank dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Leonardus berharap agar masyarakat menjaga merawat dan memelihara embung serta memanfaatkan air untuk keperluan hidup maupun usaha secara baik karena inilah satu- satunya embung besar yang diberikan untuk sarai di Desa ini. Hal lain yang disampaikan Camat Sabu Liae Rubenson Rihi S,TP obsesi besarnya adalah menjadikan Kecamatan Lia sebagai sebagai sentra produksi pangan terbesar sekabupaten Sabu Raijua. Menurutnya potensi sudah ada tinggal digerakkan melalui kerja keras didukung luas wilayah, dana desa, ADD yang terus meningkat SDA tanah berhumus dan subur membentang cukup luas, optimismenya Liae akan menjadi yang terdepan. Humaspro

Last modified on Thursday, 15 June 2017 12:54

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.