Medah – Dira Tome Satu Tarikan Tandatangan Di Prasasti Oasa Featured

 

Ratusan pasang mata menjadi saksi bisu ketika Anggota DPD RI asal NTT, Ibrahim Agustinus Medah dan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome melakukan satu gerakan tandatangan diatas sebuah prasasti. Tanda itu sebagai peresmian pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Oasa yang berlokasi di Kelurahan Limaggu, Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua pada Jumat, 28 Oktober 2016. Tepuk tangan masyarakat membahana bagi dua politisi beda generasi yang kabarnya akan bersaing di Pilkada Gubernur NTT tahun 2018 nanti.

Kehadiran Iban Medan, sapaan akrab Ibrahim Agustinus Medah ke Sabu Raijua untuk memenuhi penghormatan dari Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua yang memintanya untuk meresmikan pabrik AMDK Oasa sebagai penghormatan kepada Tokoh yang merintis Sabu Raijua menjadi sebuah daerah otonom baru di Provinsi NTT. Bagi masyarakat Sabu Raijua, Iban Medah dianggap sebagai orangtua yang tidak pernah menganaktirikan Sabu Raijua selama menjadi Bupati Kupang dua periode.

Saat menyampaikan sambutannya, Iban Medah tak sungkan memberi pujian dan pengakuan terhadap apa yang telah dilakukan Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome bersama Wakilnya Nikodemus Rihi Heke selama memimpin di Sabu Raijua. Pujian tersebut bukan satu dua kali terungkap dari bibir Iban Medah, sudah sering bahkan dibeberapa kegiatan dan kesempatan. Medah adalah politisi yang tak sungkan memberi pujian terhadap sebuah keberhasilan yang diraih seseorang.

“Saya mau katakan bahwa jika nanti hasil survey bakal calon gubenur, Pak Marthen Dira Tome lebih unggul dari saya maka saya akan mendukung beliau untuk maju sebagai calon Gubernur NTT. Jujur saya katakan bahwa Pak Marthen adalah sosok pemimpin yang memiliki visi yang sama dengan saya, demikian juga dengan cara kerja yang dilakukan oleh beliau di Sabu Raijua,” ujar Medah disambut tepuk riuh masyarakat.

Iban Medah secara tegas mengatakan bahwa NTT harus dipimpin oleh orang yang mampu bekerja keras untuk merubah kondisi yang selama ini dinilai minus oleh orang lain. Pemimpin NTT kedepan harus punya keberanian lebih dan siap bekerja keras bagi masyarakat. Hanya dengan cara itu NTT bisa berubah. “Pak Marthen memiliki gaya kepemimpinan dan gaya kerja seperti saya. Saya masih heran apakah dia meniru gaya saya atau memang beliau punya gaya sudah demikian,” ungkap medah disambut senyum merekah Dira Tome.

Iban Medah mengaku gerah dengan berbagai Stigma negatif yang disematkan pada Provinsi NTT. Dari sisi kemiskinan NTT menempati urutan bawah setelah Papua dan Papua Barat. Salah satu ukuran penilaian sebuah wilayah disebut miskin adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dimana NTT masih sangat rendah. Selain itu Pendidikan dan Kesehatan masyarakat juga menjadi penilaian bagi sebuah wilayah apakah masuk kriteria miskin atau tidak.

“Dalam Pilkada Gubernur kita membutuhkan legitimasi dari masyarakat sehingga kita berdoa supaya pak Marthen mendapatkan dukungan dan legitimasi itu. Sekali lagi bahwa jika hasil survey beliau diatas saya, maka saya akan sekuat tenaga mendukung beliau,” pungkas Medah.

Sementara, Bupati Marthen Dira Tome pada kesempatan yang sama juga tak henti memberi apresiasi kepada Iban Medah yang telah memekarkan Sabu Raijua menjadi Kabupaten Otonom. “Tanpa niat yang tulus dan kerja cerdas dari pak Medah maka Sabu Raijua masih sebatas kecamatan. Pak Medah telah menempati ruang hati orang Sabu Raijua karna telah memekarkan daerah ini sehingga kita bisa membangun seperti saat ini,” ungkap Dira Tome.

Marthen Dira Tome juga mengakui bahwa banyak orang yang bertanya-tanya, Iban Medah merupakan salah satu kompetitor saat pilgub 2018 dan dirinya mengakui bahwa Iban Medah Cagub NTT 2018. Lantas ada yang bertanya kenapa dirinya memberikan panggung lagi sedangkan akan maju juga pada pilgub. “Saudara -saudara, kalau saya dengan bapak Medah ibarat anak dan bapak. Kami sudah sepakat pada suatu saat kalau misalnya hasul survey (ini pembicaraan kami) bahwa siapa saja yang tertinggi kami akan saling dukung” katanya.

Dia juga meminta agar tidak boleh ada nuansa permusuhan, tidak boleh menempatkan seseorang menjadi musuh tetapi ini kompetitor, kompetisi secara sehat jauh lebih baik. Jika lalau siapa saja yang Tuhan berkenan kita harus dukung semuanya. Politik tidak boleh diartikan sebagai kesempatan orang mencaci maki, bermusuhan, politik itu sesuatu yang suci karena itu harus dijaga. “Kenapa dia suci karena politik akan melahirkan pemimpin yang akan berpikir tentang kehidupan dan masa depan baru, kesuciannya ada disitu”ujarnya.

Dira Tome meminta kepada semua yang hadir saat peresmian itu agar tetap menjaga suasana dan situasi yang ada tidak boleh mulai dengan permusuhan tetapi mulai dengan persaudaraan. Ini sesuai hal baru yang ditujukan kepada orang lain tentang berpliti bahwa politik itu bulkan hal jahat tetapi politik merupakan kebaikan. (jrg)

 

Last modified on Monday, 17 July 2017 02:16

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.